Oleh: Teguh Sanyoto, S.E., M.M

Mente (Anacardium occidentale) merupakan komoditas perkebunan strategis Indonesia, terutama di kawasan Indonesia Timur. Biji mente memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu produk ekspor unggulan. India dan Vietnam tercatat sebagai importir utama biji mente gelondong dari Indonesia. Artikel ini membahas potensi, tren ekspor, serta strategi pengembangan biji mente asal Indonesia Timur dalam mendongkrak pasar India dan Vietnam.
Wilayah Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, dikenal sebagai sentra produksi mente. Biji mente dari kawasan ini memiliki kualitas unggul dengan kadar minyak tinggi dan ukuran relatif besar. Permintaan global terhadap kacang mente terus meningkat, terutama dari India dan Vietnam yang menjadi pusat industri pengolahan mente dunia.
India memanfaatkan biji mente untuk industri makanan, sementara Vietnam menjadi eksportir terbesar kacang mente olahan ke pasar Eropa dan Amerika. Dengan demikian, posisi Indonesia sebagai pemasok biji mente gelondong memiliki peranan penting dalam rantai pasok global.
- Potensi Ekspor Mente Indonesia Timur
- Produksi meningkat: Ekspor mete Indonesia mencapai lebih dari USD 119 juta per tahun.
- Wilayah unggulan: NTT dan Sulawesi Tenggara menyumbang sebagian besar produksi mete nasional.
- Kualitas biji: Biji mente asal Indonesia Timur diminati industri pengolahan di India dan Vietnam.
- Pasar India dan Vietnam
- India: Importir utama mente gelondong Indonesia. Industri makanan dan konfeksi di India sangat bergantung pada pasokan mente dari luar negeri.
- Vietnam: Menjadi hub pengolahan mente dunia. Vietnam mengimpor mente gelondong dari Indonesia untuk kemudian diekspor kembali dalam bentuk kacang mente olahan.
- Tren perdagangan: India dan Vietnam konsisten meningkatkan impor mente gelondong dari Indonesia sejak 2017 hingga 2024.
- Strategi Pengembangan
- Peningkatan produktivitas melalui peremajaan tanaman dan bibit unggul.
- Penguatan rantai pasok dengan koperasi petani dan distribusi efisien.
- Diversifikasi produk mete panggang, minyak mete, minuman berbasis mete.
- Diplomasi dagang kerja sama bilateral dengan India dan Vietnam.
- Branding komoditas memperkenalkan “Mente Indonesia Timur” sebagai merek dagang unggulan.
Biji mente asal Indonesia Timur memiliki potensi besar dalam mendongkrak pasar India dan Vietnam. Dengan strategi penguatan produksi, distribusi, dan branding, Indonesia dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
Sumber Referensi:
Baharudin, A., Hartati, A., & Satriani, R. (2022). Analisis Kinerja Ekspor Mete Gelondong Indonesia ke Negara Vietnam dan India. Mahatani: Jurnal Agribisnis. Universitas Jenderal Soedirman.
Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI. (2022). Jambu Mete, Komoditas Mewah di Pasar Global. Jakarta.
Satriani, R. (2024). Analisis Kinerja Ekspor Mete Gelondong Indonesia ke Negara Vietnam dan India. Mahatani: Jurnal Agribisnis.
