Oleh: Teguh Sanyoto, S.E. M.M

Ekspor merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Berbagai komoditas unggulan seperti kopi, kelapa, kakao, mente dan hasil pertanian lainnya telah lama menjadi andalan untuk menembus pasar internasional. Namun, di tengah persaingan global yang semakin ketat, keberlanjutan menjadi kata kunci. Ekspor berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga lingkungan dan memastikan kesejahteraan petani sebagai sumber daya utama.
Lingkungan memiliki peran vital dalam keberlangsungan ekspor. Praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan pestisida berlebihan atau pembukaan lahan tanpa kontrol, dapat merusak ekosistem dan menurunkan kualitas produk. Konsumen global kini semakin peduli terhadap isu keberlanjutan, sehingga sertifikasi hijau dan praktik ramah lingkungan menjadi syarat mutlak. Pertanian organik, efisiensi penggunaan air, serta penerapan energi terbarukan adalah langkah nyata yang harus dikembangkan agar produk Indonesia tetap diminati di pasar dunia.
Selain menjaga lingkungan, keberlanjutan juga berarti menjaga pasar. Tren konsumen internasional menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Negara-negara importir menuntut standar ketat, mulai dari kualitas hingga proses produksi yang etis. Komoditas Indonesia seperti kopi dan udang telah membuktikan bahwa dengan inovasi dan riset, produk lokal mampu bersaing dan bahkan menjadi primadona di pasar global. Di sinilah peran kampus dan akademisi menjadi penting, yaitu membantu meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan standar internasional.
Di sisi lain, kesejahteraan petani tidak boleh diabaikan. Petani adalah ujung tombak produksi ekspor, namun sering kali mereka menghadapi tantangan berupa harga yang fluktuatif, akses pasar yang terbatas, dan ketergantungan pada tengkulak. Pendampingan dari akademisi, pembentukan koperasi, digitalisasi pemasaran, serta akses pembiayaan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kisah sukses petani kopi atau udang yang mampu menembus pasar ekspor dengan dukungan kampus dan lembaga masyarakat menunjukkan bahwa kolaborasi nyata dapat membawa perubahan.

Kampus memiliki peran strategis dalam mendukung ekspor berkelanjutan. Sebagai pusat riset dan inovasi, kampus dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan petani tentang praktik ramah lingkungan, sekaligus menjadi mitra pemerintah dan swasta dalam memperluas akses pasar. Mahasiswa pun dapat menjadi agen perubahan melalui program pengabdian masyarakat yang langsung menyentuh kebutuhan petani dan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, ekspor berkelanjutan adalah sebuah komitmen bersama. Menjaga bumi berarti menjaga kualitas produk, menjaga pasar berarti menjaga daya saing, dan menjaga petani berarti menjaga keberlangsungan sumber daya manusia. Sinergi antara kampus, pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan bahwa ekspor Indonesia tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan lingkungan. Dengan demikian, ekspor berkelanjutan adalah jalan menuju masa depan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Sumber Referensi:
Andriyanty, R., & Hutagaol, P. (2024). Penerapan Bea Keluar terhadap Ekspor CPO Indonesia dalam Perspektif Lingkungan Berkelanjutan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 8(3), 1061–1076. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.03.20
Kompas.com. (2025, September 6). Sinyal Kebangkitan Ekspor Pertanian Indonesia. Diakses dari https://money.kompas.com/read/2025/09/06/081000126/sinyal-kebangkitan-ekspor-pertanian-indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). The Potential of Indonesian Agriculture: A New Map for Sustainable Agriculture. Jakarta: BPS. https://www.bps.go.id/en/publication/2024/09/30/cc33243f31c608b32f9cc2f3/potensi-pertanian-indonesia-peta-baru-pertanian-berkelanjutan.html
Apriyelita, A., & Marviano, F. R. (2025). Sustainable Agriculture in Indonesia: Strategies, Challenges, and Opportunities. Jurnal Biologi Tropis, 25(4b), 47–52. https://doi.org/10.29303/jbt.v25i4b.10386
KumparanBISNIS. (2025, Juni 20). Kopi RI Paling Diminati AS, Ini Data Ekspor 2021–2025. Diakses dari https://kumparan.com/kumparanbisnis/kopi-ri-paling-diminati-as-ini-data-ekspor-2021-2025-25ITn4z8gKJ
Kompas.id. (2025, Oktober 14). Ekosistem Riset dan Industri Dibangun agar Perguruan Tinggi Berdampak Nyata. Diakses dari https://www.kompas.id/artikel/dikuatkan-riset-berdampak-nyata-dari-perguruan-tinggi
