Pengelolaan Perhotelan

Community-Based Tourism: Pemberdayaan Masyarakat dan Pariwisata Berkelanjutan

Oleh: Agus Sudarsono, S.ST.Par., M.Par.

Sumber: Freepik

Pendahuluan

Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat adalah model pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam perencanaan, pengelolaan, dan distribusi manfaat pariwisata. Konsep ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga melestarikan budaya dan lingkungan setempat. CBT sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Artikel ini akan membahas definisi, manfaat, tantangan, dan contoh sukses CBT di berbagai belahan dunia. Selain itu, akan dibahas bagaimana CBT dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi destinasi pariwisata, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

Definisi dan Prinsip Community-Based Tourism

Apa Itu Community-Based Tourism?

CBT adalah pendekatan pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal dalam setiap tahap pengembangan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Berbeda dengan pariwisata massal yang seringkali didominasi oleh investor besar, CBT memastikan bahwa pendapatan pariwisata tetap berada di tangan masyarakat

Menurut Responsible Travel, CBT dalam bentuk paling murni adalah pariwisata yang 100% dimiliki, dikelola, dan menguntungkan masyarakat setempat. Namun, ada juga proyek CBT yang melibatkan kemitraan dengan pihak luar, seperti LSM atau perusahaan pariwisata, selama manfaatnya tetap dirasakan oleh masyarakat

Prinsip Dasar CBT

  1. Partisipasi Aktif Masyarakat – Masyarakat terlibat dalam pengambilan keputusan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
  2. Pemerataan Manfaat Ekonomi – Pendapatan dari pariwisata didistribusikan secara adil di antara anggota masyarakat.
  3. Pelestarian Budaya dan Lingkungan – CBT mendorong pariwisata yang menghormati tradisi lokal dan menjaga kelestarian alam.
  4. Pemberdayaan Lokal – Masyarakat diberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola pariwisata

Manfaat Community-Based Tourism

1. Pengentasan Kemiskinan (SDG 1)

CBT telah terbukti menjadi alat efektif untuk mengurangi kemiskinan, terutama di daerah pedesaan. Dengan membuka lapangan kerja baru seperti pemandu wisata, homestay, dan penjualan kerajinan tangan, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan mereka tanpa harus meninggalkan kampung halaman .

Contohnya di Nhon Ly, Vietnam, masyarakat yang sebelumnya bergantung pada perikanan beralih ke sektor pariwisata, sehingga meningkatkan taraf hidup mereka .

2. Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan (SDG 8)

CBT menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan karena berbasis pada sumber daya lokal. Misalnya, di Guyana, ekowisata berbasis masyarakat seperti Rewa Eco-Lodge berhasil menarik wisatawan sekaligus melestarikan hutan hujan Amazon .

3. Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Di Bolivia, Chalalan Ecolodge dikelola oleh masyarakat adat yang sekaligus menjadi penjaga hutan. Pendapatan dari wisatawan digunakan untuk membiayai pendidikan dan pelestarian alam .

4. Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda

CBT memberikan kesempatan bagi perempuan dan pemuda untuk berperan aktif dalam ekonomi. Di Kenya, program Basecamp Kenya melibatkan perempuan Maasai dalam pengelolaan homestay dan kerajinan tangan

Tantangan dalam Pengembangan CBT

1. Kurangnya Akses Pasar dan Promosi

Banyak proyek CBT gagal karena minimnya promosi. Sebuah studi menemukan bahwa 28 proyek ekowisata di berbagai negara hanya memiliki tingkat hunian 5% karena kurangnya strategi pemasaran .

2. Keterbatasan Infrastruktur dan Modal

Masyarakat di daerah terpencil seringkali kesulitan mengakses pembiayaan dan pelatihan. Di Lao PDR, homestay yang dikelola masyarakat menghadapi kendala dalam meningkatkan fasilitas karena keterbatasan dana .

3. Ketergantungan pada Pariwisata

Beberapa komunitas menjadi terlalu bergantung pada pariwisata, sehingga rentan terhadap krisis seperti pandemi COVID-19. Di Guyana, masyarakat di Surama mengatasi hal ini dengan tetap mempertahankan pertanian tradisional selain mengembangkan pariwisata .

Studi Kasus Sukses CBT di Berbagai Negara

1. Rewa Eco-Lodge, Guyana

Awalnya hanya dikunjungi 2 wisatawan per tahun, namun setelah bermitra dengan agen perjalanan, Rewa menjadi destinasi populer yang menguntungkan masyarakat adat setempat

2. Chalalan Ecolodge, Bolivia

Dikelola oleh masyarakat Quechua-Tacana, lodge ini menghasilkan pendapatan untuk membiayai sekolah dan klinik kesehatan

3. Nhon Ly, Vietnam

Masyarakat pesisir beralih dari nelayan menjadi pengusaha homestay, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan

Strategi Pengembangan CBT yang Berkelanjutan

  1. Kemitraan dengan Sektor Swasta – Kolaborasi dengan perusahaan pariwisata dapat membantu pemasaran dan manajemen keuangan.
  2. Pelatihan Kapasitas – Masyarakat perlu dilatih dalam bahasa asing, manajemen bisnis, dan pelayanan wisatawan.
  3. Diversifikasi Ekonomi – Menggabungkan CBT dengan pertanian atau kerajinan tangan untuk mengurangi risiko ketergantungan.
  4. Dukungan Kebijakan Pemerintah – Regulasi yang mendukung hak masyarakat atas tanah dan sumber daya alam 131

Sumber Referensi:

  1. MDPI. (2025). Community-Based Tourism: A Catalyst for Achieving the United Nations Sustainable Development Goals One and Eight. https://www.mdpi.com/2673-5768/6/1/29 4
  2. Responsible Travel. (2025). What is community based tourism? https://www.responsiblevacation.com/vacations/community-based-tourism/travel-guide 6
  3. MDPI. (2024). Community-Based Tourism and Best Practices with the Sustainable Development Goals. https://www.mdpi.com/2076-3387/14/2/36 13
  4. Mayaka, M., et al. (2019). A dimensional approach to community-based tourism. Annals of Tourism Research. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0160738318301324 15
  5. Pasanchay, K. (2023). Community-based tourism homestays’ capacity to advance the SDGs. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2211973620301513 16
  6. Humanities and Social Sciences Communications. (2025). Community-based rural tourism: a mapping technique analysis. https://www.nature.com/articles/s41599-025-04746-7 18
  7. Wiltshier, P., & Clarke, A. (2020). Community-Based Tourism in the Developing World. Routledge. https://www.taylorfrancis.com/books/edit/10.4324/9781351026383/community-based-tourism-developing-world-peter-wiltshier-alan-clarke 19
  8. PLOS ONE. (2023). Toward sustainable community-based tourism development in Vietnam. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10617687/ 22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *