Oleh: Agus Sudarsono, S.ST.Par., M.Par.

Pendahuluan
Floating hotel, atau hotel terapung, merupakan konsep akomodasi inovatif yang dibangun di atas air, baik di laut, danau, maupun sungai. Konsep ini tidak hanya menawarkan pengalaman menginap yang unik, tetapi juga menjadi solusi terhadap tantangan pariwisata berkelanjutan, seperti kerusakan lingkungan akibat pembangunan infrastruktur darat yang masif
Dalam beberapa dekade terakhir, floating hotel telah berkembang dari sekadar proyek eksperimental menjadi tren global yang diminati oleh wisatawan yang mencari pengalaman liburan berbeda sekaligus ramah lingkungan.
Artikel ini akan membahas sejarah, perkembangan, keunggulan, serta tantangan floating hotel, dilengkapi dengan contoh proyek terkenal di berbagai belahan dunia.
Sejarah dan Perkembangan Floating Hotel
Awal Mula: Hotel Haegumgang
Floating hotel pertama di dunia adalah Four Seasons Barrier Reef Resort, yang kemudian dikenal sebagai Hotel Haegumgang. Dibuka pada 9 Maret 1988 di John Brewer Reef, Australia, hotel ini dirancang untuk memanfaatkan potensi wisata Great Barrier Reef. Dengan berat 10.960 ton dan kapasitas 356 tamu, hotel ini dilengkapi fasilitas mewah seperti restoran, klub malam, pusat kebugaran, hingga observatorium bawah air .
Namun, karena lokasinya yang terpencil dan cuaca buruk, hotel ini tidak bertahan lama di Australia. Setelah dipindahkan ke Vietnam dan kemudian Korea Utara, akhirnya hotel ini ditutup dan dihancurkan pada 2022
Evolusi Konsep Floating Hotel
Seiring waktu, floating hotel tidak hanya terbatas pada struktur besar seperti kapal, tetapi juga mencakup:
- Boutique Floating Hotels – Seperti hotel di Anji, China, yang dibangun di tengah hutan bambu dengan desain atap melayang untuk menyatu dengan alam .
- Floating Boatel – Contohnya Boggsville Boatel di New York, yang memanfaatkan kapal-kapal bekas untuk akomodasi unik dengan harga terjangkau .
- Luxury Mobile Villas – Seperti Neptune Villa di Dubai, yang merupakan villa terapung mewah dengan kolam renang infinity dan teknologi ramah lingkungan
Keunggulan Floating Hotel
1. Ramah Lingkungan
Floating hotel mengurangi dampak pembangunan di darat, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap kerusakan ekosistem. Beberapa hotel bahkan menggunakan sistem daur ulang air dan energi terbarukan
2. Mobilitas Tinggi
Berbeda dengan hotel konvensional, floating hotel dapat dipindahkan ke lokasi lain sesuai kebutuhan pariwisata, seperti yang terjadi pada Hotel Haegumgang
3. Pengalaman Unik bagi Wisatawan
Floating hotel menawarkan pemandangan langsung perairan, akses ke aktivitas air, serta suasana yang berbeda dari hotel biasa. Misalnya, Sunborn London yang berbasis di kapal mewah atau The Manta Resort di Tanzania dengan kamar bawah laut.
4. Solusi untuk Daerah dengan Infrastruktur Terbatas
Di daerah dengan keterbatasan lahan atau aksesibilitas, seperti Maladewa atau kawasan terpencil, floating hotel menjadi alternatif yang efisien
Tantangan dan Masa Depan Floating Hotel
1. Biaya Pembangunan dan Pemeliharaan yang Tinggi
Struktur terapung memerlukan teknologi khusus untuk menjaga stabilitas dan keamanan, sehingga biayanya lebih mahal daripada hotel darat .
2. Dampak Lingkungan yang Harus Dikendalikan
Meski ramah lingkungan, pembangunan floating hotel tetap harus mempertimbangkan dampak terhadap ekosistem perairan, seperti yang dilakukan di Great Barrier Reef dengan sistem pengolahan limbah canggih .
3. Perkembangan Teknologi dan Tren Pariwisata
Dengan meningkatnya permintaan akomodasi unik, pasar floating hotel diprediksi tumbuh 7,5% per tahun hingga 2034 15. Inovasi seperti modular floating villas dan kemitraan strategis antara pengembang akan mendorong industri ini ke depan.
Kesimpulan
Floating hotel bukan sekadar tren, melainkan solusi inovatif dalam industri pariwisata yang menggabungkan keberlanjutan, mobilitas, dan pengalaman unik bagi tamu. Dengan perkembangan teknologi dan kesadaran lingkungan yang meningkat, floating hotel akan terus berevolusi, menawarkan lebih banyak pilihan akomodasi di masa depan.
Sumber Referensi:
- Architecture and Water. (2013). The Floating Hotel. Diakses dari https://architectureandwater.wordpress.com/floating-hotel/
- Curtis, G. (2024). Floating Hotel. DAW.
- NPR. (2011). A Floating Hotel At The Edge Of New York City. Diakses dari https://www.npr.org/2011/07/25/138169328/a-floating-hotel-at-the-edge-of-new-york-city
- Wikipedia. (2025). Hotel Haegumgang. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Hotel_Haegumgang
- MORE Architecture. Floating Hotel in Anji. Diakses dari https://more-architecture.com/floating-hotel/
- The Business Research Company. (2025). Floating Hotels Global Market Report 2025.