Oleh: Halida Bagraff, S.E., Ak., M.S.A., M.E

Pendahuluan
Perang antara Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran yang mulai kembali menguat sejak akhir Februari 2026 telah menciptakan goncangan besar di kancah geopolitik dan ekonomi global. Konflik ini bermula dari serangkaian serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, yang kemudian direspons oleh Iran dengan serangan balasan terhadap target Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah — termasuk ancaman terhadap jalur energi strategis seperti Selat Hormuz.
Konflik ini tidak hanya menjadi masalah regional, tetapi juga berdampak luas terhadap kebijakan internasional, harga energi dunia, pasar keuangan, hingga stabilitas ekonomi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Artikel ini menguraikan dengan detail implikasi geopolitik dan ekonomi dari perang ini.
1. Dampak Terhadap Geopolitik Global
1.1 Ketidakstabilan Keamanan Dunia
Perang yang melibatkan kekuatan besar seperti AS dan Israel dengan Iran memperlihatkan perubahan drastis dinamika geopolitik internasional. Reaksi dari PBB terang-terangan menunjukkan kecemasan komunitas internasional terhadap potensi eskalasi menjadi perang yang lebih luas, sementara beberapa negara besar menyerukan de-eskalasi dan diplomasi.
Konflik ini juga memperlemah rasa aman di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sudah rentan, sehingga menghadirkan kembali risiko penyebaran konflik ke negara tetangga. Ketidakpastian semacam ini sering memicu reorientasi aliansi global dan merubah peta diplomasi internasional — seperti munculnya tekanan oleh beberapa negara berkembang agar konflik diselesaikan melalui diplomasi multilateral, bukan dominasi militer satu blok.
1.2 Perubahan Aliansi dan Politik Energi
Konfrontasi militer memperdalam pergeseran geopolitik antara blok kekuatan besar: negara-negara Barat mendukung Israel, sementara beberapa kekuatan lain menentang tindakan militer tersebut. Hal ini mengubah pola aliansi global dan mempengaruhi negosiasi energi internasional, terutama terkait rute migrasi minyak dan gas yang strategis seperti Selat Hormuz.
Perubahan ini juga mendorong negara-negara untuk mempercepat diversifikasi sumber energi atau bergeser dari ketergantungan pada energi fosil, terutama jika konflik memperpanjang ketidakstabilan di kawasan Teluk Persia.
2. Dampak Ekonomi Global
2.1 Lonjakan Harga Energi dan Inflasi Dunia
Sektor energi langsung terkena dampak perang ini. Ketegangan di Timur Tengah, terutama di jalur energi utama seperti Selat Hormuz — yang memfasilitasi hampir 20% perdagangan minyak global — telah menciptakan kekhawatiran besar bagi pasar minyak dunia.
Harga minyak Brent, indikator global, sempat melonjak lebih dari 10% seiring kekhawatiran gangguan pasokan. Para analis bahkan memperingatkan potensi harga minyak naik melampaui US$ 100 per barel bila konflik berkepanjangan dan transit energi terganggu secara signifikan.
Harga energi yang tinggi berkontribusi langsung terhadap tekanan inflasi global, karena energi merupakan input penting dalam transportasi, produksi, hingga bahan pokok.
2.2 Volatilitas Pasar Keuangan Dunia
Ketidakpastian geopolitik membuat pasar saham global menjadi sangat fluktuatif. Indeks saham di berbagai negara mengalami penurunan tajam setelah eskalasi perang, sementara investor ramai-ramai mencari aset aman seperti emas dan obligasi negara maju, sehingga mendorong harga emas menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, mata uang beberapa negara berkembang melemah terhadap dolar AS, sementara saham sektor pertahanan dan energi menunjukkan performa relatif lebih baik di tengah konflik.
2.3 Gangguan Transportasi dan Logistik Internasional
Perang di kawasan Timur Tengah tak hanya mengganggu energi; jalur logistik global juga terganggu. Gangguan terhadap rute udara dan laut berdampak pada perdagangan lintas negara, dengan estimasi kerugian ratusan juta hingga milyaran dolar jika konflik memicu penutupan wilayah atau pembatasan penerbangan tertentu.
3. Dampak terhadap Indonesia
3.1 Kenaikan Harga Energi dan Inflasi Domestik
Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia sangat rentan terhadap gejolak harga energi global. Kenaikan harga minyak dunia secara langsung memengaruhi biaya impor energi, yang kemudian menekan harga BBM dan bahan bakar industri domestik.
Kondisi ini berpotensi mempercepat kenaikan inflasi di Indonesia — terutama di sektor transportasi, industri, dan bahan pokok — yang membuat daya beli masyarakat tertekan.
3.2 Tekanan terhadap Nilai Tukar dan Stabilitas Keuangan
Sentimen negatif global akibat konflik membuat rupiah mengalami tekanan dan berpotensi melemah signifikan terhadap dolar AS, sehingga meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro Indonesia. Menurut analis, konflik ini bisa mendorong nilai tukar rupiah melemah hingga mendekati Rp 17.000 per dollar bila ketidakpastian berlanjut.
Bank Indonesia pun telah melakukan berbagai intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan menjelang periode Lebaran serta di tengah ketidakpastian global.
3.3 Pasar Saham dan Kepercayaan Investor
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di Indonesia turut tertekan karena masuknya capital outflows, di mana investor global mengurangi eksposur di pasar negara berkembang akibat risiko geopolitik. Penurunan saham terutama terjadi di sektor yang sensitif terhadap gejolak eksternal.
3.4 Dampak Sosial dan Kemanusiaan
Di luar ekonomi, konflik ini juga berdampak terhadap warga Indonesia di luar negeri, khususnya para pekerja migran dan jamaah umrah yang berada di kawasan konflik. Pemerintah aktif memantau situasi demi keselamatan mereka.
Kesimpulan
Perang AS–Israel dengan Iran menimbulkan dampak luas yang mencakup:
- Geopolitik global, dengan meningkatnya ketidakpastian keamanan dunia dan pergeseran diplomasi internasional.
- Ekonomi global, terutama lewat lonjakan harga minyak, tekanan inflasi, volatilitas pasar finansial, serta gangguan logistik dan perdagangan internasional.
- Indonesia, yang merasakan dampak langsung melalui tekanan harga energi domestik, inflasi, fluktuasi nilai tukar, serta dampak terhadap pasar modal dan warga negara di luar negeri.
Sumber Referensi:
- Wikipedia, 2026 Strait of Hormuz crisis — penjelasan geopolitik konflik dan dampaknya terhadap energi global.
- ANTARA News, RI readies steps to mitigate trade impact of Middle East escalation, 2 Mar 2026 — kebijakan antisipatif pemerintah Indonesia terkait dampak perang.
- VOI Indonesia, US-Iran conflict triggers oil price spike, government wary of impact — kenaikan harga minyak global yang mempengaruhi Indonesia.
- Jawawa.id, Analysts: Conflict Could Trigger Global Recession Risk — analisis potensi resesi global akibat ketegangan energi.
- Jawawa.id, Iran conflict escalation threatens rupiah weakening — proyeksi dampak terhadap nilai tukar rupiah.
- ANTARA News (Kupang), Pengamat: Indonesia harus antisipasi dampak konflik global, 3 Mar 2026 — pandangan ahli ekonomi nasional.
- CNBC Indonesia, AS-Israel serang Iran, begini dampaknya ke ekonomi, 28 Feb 2026 — gambaran awal dampak konflik ke ekonomi dunia.
- Tempo (English), Prabowo Meets Ministers to Discuss Middle East Conflict Impacts — respons pemerintah Indonesia terhadap dampak global.
- Suara Surabaya, Perang perparah tekanan ekonomi Indonesia — evaluasi dampak lebih dalam terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.
