Artikel

Kepuasan Masyarakat terhadap Transportasi Umum di Kota Surabaya yang Berkelanjutan

Oleh: M. Shofwan Donny Cahyono, S.ST., M.T.

Kota Surabaya, sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, menghadapi tantangan besar dalam sektor transportasi. Pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang pesat menyebabkan kemacetan, polusi udara, dan penurunan kualitas hidup warganya. Sebagai respons, Pemerintah Kota Surabaya telah mengimplementasikan berbagai inisiatif transportasi umum berkelanjutan, seperti Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, dan layanan feeder Wira Wiri. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi umum tersebut dan menilai sejauh mana inisiatif-inisiatif ini mendukung keberlanjutan di Surabaya.

Transportasi Umum di Surabaya

Suroboyo Bus

Suroboyo Bus merupakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang unik karena awalnya menerima pembayaran dengan botol plastik sebagai upaya mengurangi sampah plastik. Namun, sejak 1 Mei 2022, sistem pembayaran ini digantikan dengan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS atau uang elektronik. Suroboyo Bus beroperasi di beberapa koridor utama dan dilengkapi dengan aplikasi GOBIS yang memungkinkan pengguna memantau posisi bus secara real-time.

Trans Semanggi Suroboyo

Trans Semanggi Suroboyo, juga dikenal sebagai Teman Bus Surabaya, adalah sistem BRT yang dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan melalui skema Buy The Service (BTS). Sistem ini mencakup beberapa koridor yang menghubungkan berbagai wilayah di Surabaya. Bus-bus dalam sistem ini terdiri dari armada diesel dan listrik, dengan rencana pengembangan hingga enam koridor.

Wira Wiri Suroboyo

Sebagai layanan feeder, Wira Wiri Suroboyo dirancang untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan permukiman dan pusat kota. Layanan ini membantu mengatasi masalah “first mile” dan “last mile” dalam perjalanan masyarakat, memastikan aksesibilitas yang lebih baik ke sistem transportasi utama.

Metodologi Evaluasi Kepuasan Masyarakat

Evaluasi kepuasan masyarakat terhadap transportasi umum di Surabaya dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Survei kepuasan pengguna, wawancara mendalam, dan observasi lapangan digunakan untuk mengumpulkan data mengenai persepsi masyarakat terhadap layanan transportasi umum. Indikator yang dievaluasi meliputi kenyamanan, ketepatan waktu, aksesibilitas, keamanan, dan harga.

Temuan dan Analisis

Tingkat Kepuasan Masyarakat

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pengguna transportasi umum di Surabaya merasa puas dengan layanan yang disediakan. Sebanyak 80% responden menyatakan bahwa frekuensi keberangkatan bus memenuhi kebutuhan mereka, dan 75% merasa bahwa rute yang tersedia cukup menjangkau wilayah yang mereka butuhkan.

Aspek yang Mendapat Apresiasi

  • Harga Terjangkau: Pengguna mengapresiasi tarif yang dikenakan, yang dianggap terjangkau dan sebanding dengan layanan yang diberikan.
  • Keamanan dan Keselamatan: Adanya CCTV dan pengemudi yang terlatih meningkatkan rasa aman pengguna selama perjalanan.
  • Inovasi Pembayaran: Penggunaan sistem pembayaran non-tunai memudahkan pengguna dan mempercepat proses naik turun penumpang.

Tantangan dan Masalah yang Dihadapi

  • Keterbatasan Rute: Beberapa wilayah di Surabaya masih belum terjangkau oleh layanan transportasi umum, menyebabkan ketergantungan pada kendaraan pribadi.
  • Integrasi Moda Transportasi: Kurangnya integrasi antara berbagai moda transportasi menyebabkan ketidaknyamanan dalam perpindahan antar moda.
  • Fasilitas Penunjang: Beberapa halte dan fasilitas penunjang lainnya masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Upaya Menuju Transportasi Berkelanjutan

Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan, antara lain:

  • Pengembangan Infrastruktur: Peningkatan kualitas jalan, pembangunan halte yang ramah disabilitas, dan penyediaan jalur sepeda.
  • Edukasi dan Sosialisasi: Kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan transportasi umum.
  • Kemitraan dengan Pihak Swasta: Kerja sama dengan perusahaan swasta untuk pengadaan armada dan pengelolaan sistem transportasi.

Studi Kasus: Kawasan Kota Lama Surabaya

Kawasan Kota Lama Surabaya merupakan salah satu contoh penerapan transportasi berkelanjutan yang berhasil. Dengan penambahan rute Suroboyo Bus dan KRD yang melayani kawasan ini, aksesibilitas meningkat, dan jumlah pengunjung kawasan wisata bertambah. Namun, masih diperlukan peningkatan fasilitas pejalan kaki dan penambahan titik pemberhentian untuk mencapai kenyamanan maksimal.

Rekomendasi

Berdasarkan temuan di atas, berikut beberapa rekomendasi untuk meningkatkan kepuasan masyarakat dan keberlanjutan transportasi umum di Surabaya:

  1. Perluasan Jangkauan Layanan: Menambahkan rute baru untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani.
  2. Integrasi Moda Transportasi: Membangun sistem integrasi yang memungkinkan perpindahan antar moda secara seamless.
  3. Peningkatan Fasilitas Penunjang: Memperbaiki dan menambah fasilitas halte, jalur pejalan kaki, dan informasi rute.
  4. Pelatihan dan Pengembangan SDM: Meningkatkan kualitas layanan melalui pelatihan bagi pengemudi dan petugas lapangan.
  5. Monitoring dan Evaluasi Berkala: Melakukan survei kepuasan secara rutin untuk menilai kinerja dan melakukan perbaikan yang diperlukan.Transportasi umum di Surabaya telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan implementasi berbagai inisiatif berkelanjutan. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai sistem transportasi yang sepenuhnya berkelanjutan dan memuaskan bagi masyarakat. Melalui upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Surabaya dapat mewujudkan visi sebagai kota dengan transportasi umum yang efisien, ramah lingkungan, dan inklusif.

Daftar Pustaka:

  1. Evaluasi Kepuasan Masyarakat Pengguna Transportasi Publik Suroboyo Bus. (2024). Jurnal Kaganga. Journal IPM2KPE+1Journal IPM2KPE+1
  2. Suroboyo Bus as a Case Study in Public Transportation Efficacy at Surabaya. (2024). SSRN. Surabaya+16SSRN+16Ejournal Appihi+16
  3. Transportasi Berkelanjutan, Tiket Pengembangan Kawasan Wisata. (2024). ITDP Indonesia. itdp-indonesia.org
  4. Pembangunan Berkelanjutan di Surabaya. (2025). DPRD Surabaya. Wikipedia+4Data HK+4Wikipedia+4
  5. Evaluasi Dampak Kebijakan Transportasi Suroboyo Bus dalam Mengurangi Kemacetan di Kota Surabaya. (2024). Jurnal Presidensial. Data HK+3Ejournal Appihi+3KOMPASIANA+3
  6. Analysis of the Quality of Suroboyo Bus Performance on Public Transportation Service Users. (2025). ResearchGate. ResearchGate+1ejournal.irpia.or.id+1
  7. Pemkot Surabaya Tingkatkan Kenyamanan Transportasi Umum dengan Inovasi Berkelanjutan. (2024). Petisi.co. PETISI.CO
  8. Pemkot Surabaya Terima Desain Pengembangan Kawasan Kota Lama Surabaya yang Berkelanjutan dan Inklusif. (2024). Surabaya.go.id. Surabaya+1itdp-indonesia.org+1
  9. Suroboyo Bus. (2025). Wikipedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *