Oleh: Agus Sudarsono, S.ST.Par., M.Par.

1. Apa Itu CPOR dan Mengapa Metrik Ini Penting?
CPOR (Cost Per Occupied Room) adalah metrik yang mengukur rata-rata biaya operasional yang dikeluarkan hotel untuk setiap kamar yang terjual. Berbeda dengan ukuran total biaya, CPOR memberikan gambaran yang lebih terfokus dan akurat karena hanya menghitung biaya. Rumus perhitungannya sederhana:
CPOR = Total Biaya Operasional Kamar / Jumlah Kamar Terjual
Bagi FO, yang sering menjadi pusat koordinasi operasional kamar, memahami dan mengelola CPOR sangat krusial. Metrik ini menjadi tolok ukur efisiensi operasional—CPOR rendah biasanya menandakan pengelolaan biaya yang baik, sementara CPOR tinggi dapat mengindikasikan inefisiensi yang perlu ditelusuri. Dengan memantau CPOR secara berkala, FO dapat berkontribusi langsung dalam menjaga profitabilitas hotel.
2. Strategi Mengelola CPOR dari Perspektif Front Office
Sebagai departemen yang langsung berinteraksi dengan tamu dan mengelola proses terkait kamar, FO dapat menerapkan strategi konkret untuk mengoptimalkan CPOR:
Memperkuat Koordinasi dengan Housekeeping: Menerapkan sistem pelaporan status kamar yang efisien untuk memastikan jadwal pembersihan optimal. Sinkronisasi antara FO dan Housekeeping dapat mencegah pemborosan waktu dan tenaga, sehingga mengontrol biaya tenaga kerja yang merupakan komponen besar CPOR.
Mendorong Pendapatan Tambahan (Upselling)[*]: Meningkatkan pendapatan per kamar adalah cara efektif untuk “membayar” biaya operasional. Staf FO dapat dilatih untuk menawarkan layanan tambahan seperti late check-out, room upgrade, atau paket eksperiensial, yang secara langsung meningkatkan nilai setiap kamar yang dijual dan memperbaiki rasio antara biaya dan pendapatan.
Memanfaatkan Teknologi dan Otomatisasi: Menggunakan Property Management System (PMS) yang terintegrasi dapat memangkas waktu proses check-in/out dan administrasi. Otomatisasi ini mengurangi kesalahan manual dan membebaskan staf untuk fokus pada layanan bernilai tinggi, meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
3. CPOR dalam Ekosistem KPI Hotel: Integrasi dengan Metrik Lain
CPOR tidak berdiri sendiri. Untuk analisis yang sehat, FO perlu mengaitkannya dengan metrik kinerja utama (KPI) lain:
| KPI | Fungsi & Fokus Utama | Hubungan dengan CPOR | |
| ADR (Average Daily Rate) | Mengukur rata-rata harga jual kamar per hari | ||
| . | Rasio ADR/CPOR yang tinggi menunjukkan ruang laba yang sehat. Peningkatan ADR membantu “membiayai” CPOR. | ||
| RevPAR (Revenue per Available Room) | Mengukur efektivitas menghasilkan pendapatan dari seluruh kamar yang tersedia | ||
| Peningkatan RevPAR yang tidak diikuti kenaikan CPOR berarti efisiensi dan profitabilitas meningkat. | |||
| GOPPAR (Gross Operating Profit per Available Room) | Mengukur laba kotor operasional per kamar tersedia, mencakup semua pendapatan dan biaya | ||
| CPOR adalah input kritis dalam menghitung GOPPAR. Menurunkan CPOR secara langsung meningkatkan GOPPAR. | |||
Daftar Buku Rekomendasi
Hotel Management and Operations” oleh Denney G. Rutherford & Michael J. O’Fallon.
Hotel Revenue Management: From Theory to Practice” oleh Iris J. R. Visser & Breffni M. Noone. Membahas strategi manajemen pendapatan dan penetapan harga, yang erat kaitannya dengan upaya optimasi CPOR.
Principles of Hotel Front Office Operations” oleh Sue Baker & Jeremy Huyton. Memberikan dasar-dasar operasional FO, yang menjadi landasan penting sebelum mendalami aspek pengendalian biaya yang lebih kompleks.
