Oleh: R. Paulus Widyalasmono Widjanarko Soetisna, S.ST.Par., M.Par.

Menjelang periode liburan panjang seperti Imlek dan Idul Fitri, industri perhotelan menghadapi tantangan operasional yang signifikan. Dua momen ini dikenal sebagai musim ramai bagi pariwisata domestik dan internasional, di mana okupansi hotel meningkat secara tajam dan ekspektasi tamu terhadap kebersihan serta kenyamanan semakin tinggi. Untuk menyambut gelombang tamu yang datang, departemen housekeeping atau tata graha hotel harus menyiapkan strategi operasional baru agar dapat memastikan kualitas layanan tetap optimal, sekaligus menjaga reputasi hotel di tengah persaingan industri yang ketat.
Housekeeping merupakan salah satu departemen paling sibuk dalam operasional hotel karena memegang tanggung jawab utama dalam menjaga kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan kamar serta area publik hotel (Supardi et al., 2024). Peran ini bukan sekadar membersihkan ruangan, tetapi juga menciptakan atmosfer yang membuat tamu merasa aman, nyaman, dan puas selama menginap (Gibran et al., 2024). Oleh karena itu, strategi yang tepat dalam departemen ini menjadi elemen kunci bagi hotel untuk meningkatkan pengalaman tamu dan memaksimalkan tingkat hunian kamar saat permintaan melonjak.
Salah satu strategi utama yang perlu diterapkan oleh tim housekeeping adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih rinci dan terintegrasi menjelang periode liburan. SOP yang terstandarisasi membantu staf untuk bekerja secara konsisten dan efisien, serta meminimalkan kesalahan dalam proses pelayanan kamar. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SOP yang kuat ditambah dengan pelatihan yang tepat dapat meningkatkan kinerja karyawan housekeeping secara signifikan (Ganggarini et al., 2023). Dengan meningkatnya jumlah tamu saat Imlek dan Idul Fitri, SOP yang baik memastikan bahwa setiap kamar disiapkan sesuai standar kualitas hotel yang telah ditetapkan.
Selain SOP, pelatihan intensif bagi staf housekeeping menjadi strategi penting dalam menghadapi lonjakan tamu. Periode liburan seperti Imlek dan Idul Fitri sering kali membawa jumlah tamu lebih tinggi dibanding periode normal, sehingga mengharuskan pekerja housekeeping untuk bekerja dengan efisiensi dan kecepatan tanpa mengorbankan kualitas. Program pelatihan dapat mencakup teknik pembersihan yang efisien, manajemen waktu, serta penggunaan peralatan modern. Studi mengenai manajemen waktu dalam housekeeping menunjukkan bahwa pengaturan kerja yang efektif membantu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas staf (Prasetya Utama et al., 2025).
Dalam menghadapi periode ramai, hotel juga perlu menerapkan penjadwalan kerja yang adaptif untuk karyawan housekeeping. Hal ini dilakukan agar ketersediaan staf sesuai dengan tingkat okupansi kamar hotel. Penjadwalan yang baik bisa membantu menghindari kelelahan staf yang berlebihan serta memastikan bahwa setiap kamar dapat disiapkan dalam waktu yang optimal. Efisiensi kerja, termasuk manajemen waktu membersihkan kamar, sangat berpengaruh terhadap performa operasional housekeeping (Prasetya Utama et al., 2025). Penataan jadwal ini sebaiknya dilakukan jauh sebelum periode libur panjang untuk menghindari kekosongan staf.
Selain aspek internal SDM, hotel juga perlu memperhatikan pengelolaan sumber daya dan peralatan housekeeping. Penambahan stok linen, bahan pembersih yang berkualitas, serta troli kerja yang mencukupi menjadi hal krusial. Ketersediaan peralatan yang memadai dapat mengurangi waktu pengerjaan sekaligus menjaga standar kebersihan yang tinggi meskipun jumlah kamar yang dibersihkan meningkat secara signifikan. Kekurangan peralatan kerja kerap menjadi hambatan terbesar bagi staf housekeeping dalam menjalankan tugasnya secara efektif (Supardi et al., 2024).
Selain strategi operasional internal, departemen housekeeping perlu berkoordinasi dengan departemen lain seperti Front Office dan F&B untuk menghadapi lonjakan tamu pada Imlek dan Idul Fitri. Koordinasi yang lancar membantu mengoptimalkan alur kerja dan memastikan bahwa semua bagian hotel bergerak secara sinkron dalam memberikan layanan maksimal kepada tamu. Komunikasi antar departemen yang baik mempercepat respon terhadap kebutuhan tamu dan memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan operasional.
Dalam beberapa hotel besar, strategi fasilitas tambahan seperti layanan laundry cepat, penataan ulang kamar tamu, serta peningkatan sanitasi area publik juga menjadi fokus. Layanan laundry cepat membantu tamu yang menginap lebih lama untuk selalu mendapatkan linen bersih dengan cepat, sedangkan sanitasi area publik menjadi prioritas utama demi memberikan rasa aman dan nyaman, terutama di masa pascapandemi COVID-19 di mana kebersihan menjadi salah satu pertimbangan tamu dalam memilih hotel (Han, 2022).
Selain strategi operasional, hotel juga perlu mempertimbangkan kebutuhan budaya dan preferensi tamu yang datang selama Imlek dan Idul Fitri. Misalnya, tamu internasional yang merayakan Imlek mungkin akan mengapresiasi dekorasi khas dan sentuhan layanan tertentu yang relevan dengan perayaan, sedangkan tamu yang merayakan Idul Fitri mungkin memiliki permintaan khusus terkait konsumsi halal atau fasilitas ibadah. Memahami perbedaan kebutuhan tamu dapat meningkatkan kepuasan dan memperkuat loyalitas pelanggan.
Hotel yang memiliki strategi housekeeping unggul juga mampu meningkatkan kepuasan tamu secara keseluruhan, yang berdampak pada reputasi hotel di platform ulasan online. Sebuah studi di Hotel Grand Antares Medan menunjukkan bahwa standar kebersihan yang tinggi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan tamu (Gultom & Cece, 2023). Mengingat ulasan online sangat menentukan keputusan calon tamu dalam memilih akomodasi, strategi baru housekeeping menjelang periode liburan menjadi investasi jangka panjang bagi citra hotel.
Menjelang masa libur Imlek, pemerintah dan pelaku pariwisata nasional juga mendorong pemanfaatan momentum tersebut untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara, sehingga menjadi waktu strategis bagi hotel untuk menunjukkan kualitas layanan terbaiknya (ANTARA News, 2026). Demikian halnya dengan Idul Fitri, di mana lonjakan okupansi kamar adalah fenomena rutin setiap tahunnya. Kebersihan hotel dan pelayanan yang konsisten menjadi indikator penting yang dinilai oleh wisatawan ketika memutuskan untuk kembali menginap.
Seiring dengan meningkatnya persaingan dalam industri perhotelan, strategi housekeeping yang terencana dengan baik — mencakup SOP, pelatihan, penjadwalan kerja, pengelolaan sumber daya, serta pemahaman kebutuhan tamu — mampu memberikan diferensiasi kompetitif bagi hotel. Selain meningkatkan kepuasan tamu, strategi ini juga membantu hotel dalam mengoptimalkan pendapatan kamar dan occupancy rate selama periode libur panjang yang kritis.
Kesimpulannya, strategi baru yang disiapkan oleh departemen housekeeping menjelang Imlek dan Idul Fitri tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kamar semata. Lebih dari itu, strategi operasional yang komprehensif mencakup peningkatan kapasitas kerja staf, standarisasi prosedur, koordinasi lintas departemen, hingga pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan tamu. Hotel yang mampu mengeksekusi strategi tersebut dengan baik berpeluang besar untuk mengalami peningkatan reputasi serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa liburan panjang yang dinantikan banyak orang.
Sumber Referensi:
- Ganggarini, P. S. N., Arianty, A. A. A. A. S., & Purnantara, I. M. H. (2023). Pengaruh standar operasional prosedur dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan housekeeping di Puri Saron Hotel Lovina. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis.
- Gultom, R. H., & Cece, C. (2023). Strategi housekeeping dalam meningkatkan kebersihan kamar terhadap kepuasan tamu pada Hotel Grand Antares Medan. SEIKO: Journal of Management & Business.
- Prasetya Utama, H., Wibowo, A. S. B. S., & Kusumawati, F. D. (2025). Improving housekeeping operational efficiency through room cleaning time management at Artotel Yogyakarta Hotel. UNCLLE.
- Supardi, R., Rais, A., Lubis, N., Suciadi, K., Kurnia, O., Simatupang, D. T., & Lapotulo, N. (2024). Efisiensi operasional di housekeeping department. Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata.
- Murdana, I. M. (2023). Peran housekeeping dalam operasional hotel. Jurnal Ilmiah Hospitality.
- ANTARA News. (2026). Menpar: Libur Imlek waktu strategis tingkatkan pergerakan wisatawan.
