Manajemen Pemasaran Internasional

Professional Image

Author: Mastuti Aksa

Seberapa pentingkah “Professional Image” itu bagi kehidupan kita?
Tentunya seseorang akan merasa sangat dihargai oleh orang lain, jika manusia bisa hidup saling menghargai satu dengan yang lain. Pada zaman sekarang ini, banyak kita temui anak-anak muda yang sudah bisa menjadi pengusaha sukses. Atau yang sudah mempunyai pekerjaan dengan posisi yang cukup baik dan memiliki pengaruh positif bagi orang lain.

3 Hal yang Membuat Karir Cemerlang

Apa yang bisa membuat para anak muda tersebut bisa memiliki karir yang cemerlang?. Selain karena usaha yang gigih dan berdoa, mereka para anak muda sukses tersebut juga memiliki “Professional Image” yang baik. Dalam artikel ini kita akan bahas, Mengapa “Professional Image” bisa mempengaruhi kesuksesan seseorang?

Ada tiga hal yang harus kita kuasai untuk bisa lolos seleksi alam, mengapa?. Ketiga hal ini, bukan hanya berlaku bagi anak-anak muda ”calon pengusaha muda sukses”, tapi juga berlaku untuk semua lini profesi.
Tiga hal itu adalah

  1. Attitude (Moral)
  2. Knowledge (Ilmu Pengetahuan)
  3. Skill (Ketrampilan atau Keahlian)

Attitude

Mengapa Attitude (Moral) ada diurutan pertama, karna Knowledge bisa dibaca, bisa dipelajari. Skill bisa dilatih, tetapi Attitude itu pembangunan mental dan moral hal ini prosesnya terlatih sejak dini.
Mereka yang memiliki Attitude yang bagus sudah terbiasa melakukan hal-hal yang benar dan jujur, tidak nyaman saat merasa curang. Mental ini tidak bisa dibangun begitu saja, tetapi melalui proses kebiasaan-kebiasaan yang benar dan mental ini sudah terbangun sejak dini. Attitude sangat erat dengan yang namanya “adab”, mereka yang memiliki “Good Attitude” adalah mereka yang beradab.

Bukan berarti kalau kita punya attitude yang bagus saja kita pasti bisa diterima sebagai professional, tetap ini jadi masalah. Mereka yang hanya punya Attitude tapi tidak punya Knowledge dan Skill, dia hanya jadi orang baik saja. Contoh kalau jadi karyawan di perusahaan, jujur dan hanya bisa pasrah, berharap datang keajaiban. Tidak akan bisa berbuat banyak bagi orang lain. Hanya bisa menyimpan rasa kasihan dalam hati.

Knowledge

Lantas bagaimana bila hanya memiliki Knowledge tanpa Attitude dan Skill?. Orang-orang ini akan bermulut besar. Merasa paling hebat dengan pengetahuannya dan tidak tahu kapan harus diam. Diibaratkan orang yang paham dengan rambu-rambu lalulintas, hanya saja tidak bisa nyetir. Tetapi komentar terus menurut idealismenya sendiri, harusnya begini, harusnya begitu. Pengetahuan yang dimiliki tidak dibarengi dengan adab yang benar dan ketrampilan yang mumpuni.

Skill

Kemudian seperti apa yang mereka yang punya Skill tetapi tidak punya Attitude dan Knowledge?. Orang-orang seperti ini bertindak seperti “biasanya”. Berdasarkan kebiasaan bukan berdasarkan pengetahuan yang benar dan diimplementasikan dengan cara yang benar. Saat terjadi incident/accident, mereka anggap itu adalah saat ‘apes”, padahal yang terjadi sebenarnya bukan karna “apes”. Mereka tidak berpikir, strategi apa yang harus disiapkan untuk menghindari atau jika berhadapan dengan incident/accident. Biasanya mereka terbiasa menjawab,”biasanya juga begini, tapi tidak apa-apa, tidak ada masalah”

Sikap dapat didefinisikan sebagai kesiapan sesorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal — hal tertentu. Attitude adalah kesiapan mental individu yang mempengaruhi, mewarnai bahkan menentukan kegiatan individu yang bersangkutan. Dan dalam memberikan respon terhadap obyek atau situasi yang mempunyai arti baginya. Kesediaan ini mungkin dinyatakan dalam kegiatan atau merupakan kekuatan atau pandangan yang kadang-kadang tersalurkan.

Professional Image, dibangun dalam satu paket tiga serangakai, Attitude, Knowledge, Skill, yang tidak boleh dibuang salah satunya. Ketrampilan atau keahlian (Skill) yang dihasilkan melalui ilmu pengetahuan (Knowledge) yang benar. Dan diimplementasikan dengan Tindakan yang santun dan benar (Good Attitude).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *