Perhotelan

 JENIS DAN PERAWATAN LANTAI  DI HOTEL

Author: Ririr Yuniarsih, S.ST.Par., M.M., M.MPar

Dosen: Perhotelan

sumber: kompas.com

Disampaikan di KOMPAS.Com desain lobby yang nyaman akan menjadikan tamu betah dan akan kembali lagi. Karena ada 3 alasan yaitu 1. Lobby akan dilihat pertama kali disaat tamu datang ke hotel. 2. Lobby hotel adalah pusat tamu beraktifitas, 3. Lobby adalah tempat tamu menunggu, karena menunggu itu adalah hal yg paling menjemukan, maka buatlah lobby itu semenarik mungkin agar tamu menjadi nyaman, ramah dan menarik. Lantai yang bersih, indah, mengkilap dan dipadukan dengan warna dinding yang serasi akan mempengaruhi penampilan suatu gedung. Lantai merupakan bagian dari bangunan yang paling luas permukaannya dan secara pfisik paling luas penggunaannya. Lantai dalam suatu bangunan dapat menentukan fungsi dan prestice suatu ruangan, sehingga lantai dapat mencerminkan kualitas suatu bangunan secara keseluruhan. Lantai yang ada di hotel, mempunyai berbagai macam fungsi sesuai dengan fungsi penggunaan lantai tersebut.  Seperti lantai yang ada di Gudang, yang diperlukan adalah kekuatan dan kebersihan dari lantai. Lantai yang ada di areal dapur sangat cocok apabila lantainya tidak licin, kuat dan tahan lama, mudah dibersihkan, berwarna terang. Karena lantai yang ada di dapur yang diperlukan adalah lantai yang sehat. Jadi keindahan dari lantai yang ada di dapur tidak banyak diperlukan. Lain halnya lantai yang ada di lobby yang diperlukan adalah keindahan, kebersihan dan kenyamanan dari lantai tersebut. Sehingga kalau dilihat dari fungsi lantai yang ada di hotel Perawatan lantai memerlukan biaya kurang lebih 40 % dari biaya perawatan keseluruhan dari gedung yang ada. Untuk melakukan perawatan dari lantai maka kita harus memperhatikan jenis dan klasifikasi dari lantai sehingga dalam perawatan tidak salah yang mengakibatkan lantai cepat rusak. Perawatan lantai tidak terlepas dari aspek-aspek teknis khusus yang merupakan bagian dari tugas housekeeping. Disampaikan oleh Yuniarsih dalam bukunya Housekeeping I Garis besar pelaksanaan perawatan di housekeeping ada beberapa metode diantaranya :A.    Daily cleaning yaitu : Melaksanakan pembersihan atau pemeliharaan ataupun perawatan yang dilakukan setiap hari secara rutin. Seperti sweeping dan mopping. Jika kita hanya sweeping berarti hanya menghilangkan debu dan kotoran yang ada di permukaan lantai. Dan untuk keperluan sanitasinya yaitu diperlukan mopping, yaitu untuk emnghilangkan bakteri atau kuman yang ada di lantai dengan mempergunakan bahan pembersih untuk perawatan lantai.B.    General Cleaning yaitu : Melaksanakan pembersihan secara khusus dengan waktu tertentu dan menyeluruh pada ruangan. Seperti lantai yang sudah kusam, maka lantai tersebut perlu dilakukan penyikatan/Bassing. C.    Remodeling Cleaning yaitu : Melaksanakan pembersihan/perubahan dengan tujuan memperbaiki atau pembaharuan terhadap interior atau exterior seperti merubah dekorasi yang ada di ruangan dengan maksud menghindari kejenuhan.     

JENIS LANTAI :

A. Hard Floor/Lantai Keras

a)        Terrazzo

    Terrazzo merupakan lantai keras yang popular di tahun 90 an, lantai terrazzo terbuat dari bahan dasar semen putih (Portland cement) dicampur dengan serpihan/bubuk marmer (marble chips), dicetak dalam bentuk matrix. Kemudian dihaluskan dengan mesin pemotong (grinding). Oxide dan magnesium chloride sebagai campuran semen putih.

Ciri-ciri dari terrazzo :

  1. Keras tetapi relative mudah patah
  2. Permukaan berpori-pori
  3. Bervariasi dalam bentuk/motif (marble, kerang, kaca, batu-batuan)
  4. Penampilannya sangat menarik (dilihat dari segi estetis)

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTZex1QVSvK4zL0zeo_To60zykyh5aclOcjyJg9f6QsUYc2VSkzLantai terrazzo biasanya digunakan di lobby area, restaurant, office, corridor stair cases,

Perawatan :

Dalam pemeliharaan relative lebih mudah asalkan perawatan selalu dilakukan sejak awal. Karena permukaan terrazzo berpori-pori, maka setelah terrazzo dihaluskan, tutuplah permukaannya dengan bahan penutup (coating) yang disebut Floor Finisher (wax/sealer) yang gunanya selain menutup pori-pori juga sekalian mengkilapkan lantai, sehingga pori-pori terlindungi dari kotoran/debu.

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Sweeping untuk menghilangkan debu, 

b.  Mopping untuk menghilangkan kotoran dan kuman

2. Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan lantai yang dilakukan apabila lantai sudah berubah warna. Yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Scouring/brushing/Scubbing: Pembersihan lantai  untuk menyikat    dengan menggunakan sikat atau floor cleaning   machine dan  hardpad.

b. Polishing : Pembersihan lantai untuk melicinkan  dengan menggunakan floor cleaning machine dan  medium hardpad

c. Sealing/coating : Pembersihan lantai untuk  mengkilapkan dengan menggunakan floor cleaning machine dan softer pad.

d. Buffing : Pembersihan lantai untuk menjaga lantai tetap mengkilap,

e. Stripping : Pembongkaran atau pengelupasan lapisan lilin yang ada di permukaan lantai yang sudah kusam.            

f.  Resurvacing : Pembersihan lantai dengan cara pengelupasan lapisan lilin dan       melakukan membuat lapisan baru lagi. 

b) Marble

    Marble merupakan lantai keras yang popular di tahun 90 an, lantai Marble merupakan lantai jenis batuan yang tidak dapat disaingi oleh jenis lantai lainnya.

Ciri-ciri dari Marble :

  1. Keras
  2. Tidak mudah menyerap air dan debu
  3. Tidak berpori-pori
  4. Permukaan mengkilap
  5. Warna berwarna warni
  6. Kuat menahan beban berat

Lantai Marble biasanya digunakan di lobby area, restaurant, office, rest room dan bath room.

Perawatan :

Seperti pada lantai keras yang lain, sebaiknya permukaan marble dilindungi dengan bahan yang cocok, namun penggunaan wax/sealer (floor finisher) yang mudah dipergunakan dan cepat kering itulah yang bauk digunakan. Untuk menjadikan warna asli marble lebih cemerlang sebaiknya digunakan sealer yang tidak berwarna.  Hindarkan pemakaian bahan amoniak karena akan menimbulkan warna kuning, hindarkan pemakaian abrasive karena akan menggores dipermukaan lantai. Dan hindarkan pemakaian solven karena akan licin.

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Sweeping untuk menghilangkan debu, 

b.  Mopping untuk menghilangkan kotoran dan kuman

2. Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan lantai yang dilakukan apabila lantai sudah berubah warna. Yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Scouring/brushing/Scubbing: Pembersihan lantai untuk menyikat  dengan menggunakan sikat atau floor cleaning machine dan  hardpad.

b.  Polishing : Pembersihan lantai untuk melicinkan  dengan menggunakan floor cleaning machine dan  medium hardpad

c.  Sealing/coating : Pembersihan lantai untuk mengkilapkan dengan menggunakan floor cleaning machine dan softer pad.

d. Buffing : Pembersihan lantai untuk menjaga lantai  tetap mengkilap,

e. Stripping : Pembongkaran atau pengelupasan lapisan lilin yang ada di permukaan lantai yang sudah kusam.          

f. Resurvacing : Pembersihan lantai dengan cara pengelupasan lapisan lilin dan melakukan membuat lapisan baru lagi. 

c)        Ceramic Tiles

    Ceramic tile yang lebih dikenal dengan nama keramik/porselen yang terbuat dari campuran jenis tanah kapur tertentu dan dilapisi dengan email (enamel) dilakukan dalam proses pembakaran.

Ciri-ciri dari ceramic tile :

  1. Keras
  2. Permukaannya mengkilap
  3. Berwarna warni
  4. Ada lapisan emailnya
  5. Tidak berpori pori
  6. Mudah perawatannya

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Sweeping untuk menghilangkan debu, 

b.  Mopping untuk menghilangkan kotoran dan kuman

2. Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan lantai yang dilakukan apabila lantai sudah berubah warna. Yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

Scouring/brushing/Scubbing: Pembersihan lantai untuk menyikat  dengan menggunakan sikat atau floor cleaning machine dan  hardpad.

d) Concrete/Lantai Semen

    Concrete floor merupakan lantai yang lebih dikenal dengan sebutan lantai plesteran       yang terbuat dari adukan pasir dan semen. Congrete floor lebih banyak digunakan     pada :

a. Di tempat heavy traffic, yaitu tempat yang sering dilalui oleh  karyawan atau kereta dorong.

b. Stair cases (emergency stair cases)

c. Laundry Plan (tempat pencucian lena)

Ciri-ciri dari ceramic tile :

a. Keras

b. Tidak mudah meyerap air

c. Tidak berwarna warni                  

d. Sangat mudah pemeliharaannya

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Sweeping untuk menghilangkan debu, 

b.  Mopping untuk menghilangkan kotoran dan kuman

  •  Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan lantai yang dilakukan apabila lantai sudah berubah warna. Yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

Scouring/brushing/Scubbing: Pembersihan lantai untuk menyikat   dengan menggunakan sikat atau floor cleaning machine dan  hardpad.A. Resilient Floor

B. Resilient floor merupakan jenis lantai yang lentur. Jenis lantai ini sudah banyak digunakan karaenasalah satu keuntungannya adalah dapat mengurangi suara kaki walau dipasang pada areal yang cukup sibuk.

Jenis lantai lentur diantaranya adalah :

2.a Venil floor :

       Venil floor merupakan lantai yang bahan dasarnya terbuat dari plastik bercampur karet.

Pada umumnya venil floor dipergunakan di office, guest room, corridor dan stair cases.

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Sweeping untuk menghilangkan debu, 

b.  Mopping untuk menghilangkan kotoran dan kuman

2. Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan lantai yang dilakukan apabila lantai sudah berubah warna. Yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

Scouring/brushing/Scubbing: Pembersihan lantai untuk menyikat   dengan menggunakan sikat atau floor cleaning machine dan  hardpad.

2.b Rubber Floor

    Rubber Floor :

    Jenis lantai yang terbuat dari karet, Rubber Floor sering digunakan pada daerah yag      sibuk, corridor yang menanjak dan yang sering dilalui oleh karyawan atau trolley    untuk membawa barang-barang. Rubber floor mempunyai ciri-ciri diantaranya :

                        a. lunak

                        b. elastis

                        c. dapat meredam suara

                        d. Mudah terbakar                     

e. Mudah perawatannya

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

a.  Sweeping untuk menghilangkan debu, 

b.  Mopping untuk menghilangkan kotoran dan kuman

2. Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan lantai yang dilakukan apabila lantai sudah berubah warna. Yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

Scouring/brushing/Scubbing: Pembersihan lantai untuk menyikat dengan menggunakan sikat atau floor cleaning machine  dan hardpad.

A.  WOOD FLOOR/PARQUET

Wooden floor/Parquit merupakan jenis lantai yang terbuat dari kayu yang dapat dipergunakan di suatu ruangan.

Ada 3 jenis lantai kayu diantaranya :

a.Lantai kayu permanen : lantai kayu yang tidak dipindah pindah dan tetap berada di tempat.

b. Lantai kayu semi permanen : lantai kayu yang dapat dipindah-pindah atau dirubah sesuai dengan keinginan.

c. Lantai kayu tidak permanen : lantai kayu yang mudah dipindahkan sewaktu waktu saat diperlukan.

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

Sweeping untuk menghilangkan debu

2. Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan lantai yang dilakukan apabila lantai sudah berubah warna. Yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

Scouring/brushing/Scubbing: Pembersihan lantai untuk menyikat   dengan menggunakan sikat atau floor cleaning machine dan   hardpad.

3. KARPET

                Karpet merupakan penutup lantai keras dengan tujuan agar lantai tersebut kelihatan lebih indah. Dan  pemasangan karpet dapat berfungsi untuk :

1.  Mempercantik ruangan

2.  Bisa untuk meredam suara

3.  Bisa untuk meredam getaran

4.  Agar lantai tidak licin

5.  Ruangan bisa lebih hangat

6. Membuat nyaman saat jalan

    Jenis karpet dapat diketahui dari berbagai macam jenis diantaranya :

  1. Berdasarkan kontruksinya

a. Woven carpet : karpet ini pembuatannya dengan cara ditenun, Bulu karpet dapat dari wool, sutera

b. Tufted carpet : Yaitu karpet ini di buat dengan cara diikatkan 

c. Bonded carpet : Yaitu karpet yang pembuatannya dilem pada tenunan bagian bawah.

d. Floked carpet : Yaitu karpet yang terbuat dari   serat-serat/benang-benang nylon yang pendek didapatkan pada lembaran perekat yang terbuat dari PVC.

2. Berdasarkan Motifnya

a. Motif klasik :

Gambar IV.12 Carpet motif klasik

b. Motif modern

Gambar IV.13 Carpet motif modern

3. Berdasarkan bentuknya

a. Tile : Yaitu karpet yang bentuknya menyerupai keramik dengan garis garis dan warna yang selaras dari satu tile ke tile yang lain sehingga mempunyai kesan sederhana tetapi tetap kelihatan nuansa yang mewah. Pada umumnya terdapat pada ruangan ruangan kantor, ruang meeting

b. Permadani : Yaitu karpet yang siap dengan desain yang lebih ramai. Biasanya karpet ini dipasang di rumah – rumah seperti yang terdapat di di ruang keluarga, kamar tidur, yang fungsingya selain untuk mempercantik ruangan juga dapat dipergunakan untuk alas duduk dan bersantai dengan keluarga.

c. Meteran : Yaitu karpet yang dijual per meter. Yag pada umumnya dipergunakan pada daerah yang luas karena keperluan dari ruangannya. Seperti tempat ibadah, ruang pertemuan.

Metode perawatannya adalah :

  1. Daily cleaning ( Pembersihan harian)

Pembersihan yang dilakukan setiap hari, yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

     Vacuuming untuk menghilangkan debu, 

  1.    Periodic cleaning (Pembersihan berkala)

      Pembersihan yang dilakukan secara berkala, pembersihan karpet yang dilakukan apabila karpet sudah kotor.dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

      Shampooing carpet: Pembersihan karpet dengan cara dibersihkan dengan mempergunakan mesin, ada yg system basah da nada yang system kering

B. RANGKUMAN               

Jenis lantai sangat mempengaruhi penampilan suatu ruangan bahkan gedung tersebut, karena sangat memberikan kesan bagaimana lantai itu terlihat sangat bagus atau tidak. Hal tersebut dipengaruhi juga dari proses pembersihan dari lantai bagaimana cara merawat lantai dan bahan apa yang digunakan serta cara merawatnya. Walaupun jenis lantai tersebut bagus dan harga yang sangat mahal tetapi kalau salah merawatnya maka lantai tersebut akan cepat rusak.     

DAFTAR PUSTAKA :  

1. https://www.kompas.com/properti/read/2022/07/05/183000921/pentingnya-   membuat-lobi-hotel-nyaman-dan-menyenangkan.

2. Riris Yuniarsih,S.ST.Part,M.M,M.MPar, Housekeeping I, Buku ajar, 2016

3. Drs.Dadang Sofyan, Sjirad Muhammdiat Noor, Housekeeping Teknik Prosedur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *