Akuntansi

Rupiah Melemah: Penyebab dan Yang Harus Dilakukan

Author: Halida Achmad Bagraff, S.E., M.SA., Ak, C.A

Nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS jatuh pada beberapa waktu terakhir ke posisi Rp, 16.150,80 per tanggal 24 April 2024. Melemahnya rupiah ini terjadi pada saat masa libur lebaran 2024 dan juga dipicu oleh serangan yang dilancarkan Iran atas Israel sejak 18 April 2024 lalu.

Penyebab melemahnya rupiah terhadap dollar disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diungkapkan oleh ekonom, antara lain:

  1. Inflasi yang terjadi di Amerika Serikat semakin meningkat hingga 3.48%
  2. Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang menunda penurunan suku bunga acuan. Suku bunga acuan adalah besaran bunga yang ditetapkan bank sentral setiap bulan. Kebijakan The Fed untuk menahan suku bunga acuan secara tidak langsung bisa berpengaruh terhadap arus modal, termasuk kehadiran investasi di Indonesia. Konflik yang terjadi di Timur Tengah juga dapat membuat The Fed tetap menahan suku bunga acuan, karena potensi melonjak harga minyak global yang berpengaruh terhadap berbagai sektor perekonomian.
  3. Turunnya surplus neraca perdagangan Indonesia. Indonesia masih bergantung terhadap impor untuk sejumlah komoditas.
  4. Kurangnya intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia tidak cukup mampu untuk menahan tingginya pergerakan dollar AS.
  5. Masa cuti lebaran yang berlangsung beberapa hari di Indonesia menyebabkan data ekonomi Indonesia tidak bisa dirilis.
  6. Capital outflow investor asing dari saham dan obligasi di pasar modal RI.
  7. Permintaan dollar AS untuk keperluan jalan-jalan warga RI. Salah satu permintaan dollar AS yang tinggi dari masyarakat selama Ramadhan datang dari jamaah umroh.

Efek dari pelemahan mata uang Rupiah akan berimbas pada naiknya harga impor. Efek yang lain yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turun mengikuti pelemahan bursa saham Kawasan Asia dan global.

Ada beberapa upaya sebagai warga negara Indonesia dalam membantu pemerintah untuk menguatkan kembali nilai Rupiah terhadap Dolar. Dilansir dari halaman resmi OJK, berikut upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Membeli produk dalam negeri. Warga negara Indonesia diharapkan untuk mengurangi bahkan menghindari impor barang dan lebih memilih produk dalam negeri agar rupiah semakin menguat.
  2. Berpergian menggunakan transportasi umum. Dengan menggunakan transportasi umum, maka penggunaan BBM semakin sedikit. Jika dapat menghemat BBM, berarti pemerintah juga mengurangi jumlah impor BBM sehingga cadangan devisa dapat dipakai untuk kebijakan lain.
  3. Berwisata dalam negeri. Warga negara Indonesia diharapkan untuk dapat berwisata dalam negeri agar mendorong pengembangan sektor pariwisata dalam negeri dan mempercepat penerimaan devisa negara.
  4. Ekspor barang ke luar negeri. Mendorong industri lokal Indonesia untuk mengekspor produk jadinya di ekspor ke luar negeri sehingga dapat membantu pemerintah untuk mengumpulkan devisa negara.
  5. Tidak menimbun dollar. Diharapkan warga negara Indonesia tidak membeli dollar. Jika memiliki banyak dollar dapat ditukarkan ke Rupiah agar membantu pemerintah menguatkan Rupiah.

Dari penjelasan diatas, diharapkan warga negara Indonesia tidak panik atas pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi. Sebagai warga negara Indonesia saling bahu membahu meringankan dan membantu pemerintah untuk memperkuat kembali nilai tukar Rupiah dengan cara yang mudah menurut kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *