Pengelolaan Perhotelan

Strategi Pemasaran dalam Upaya Peningkatan Hunian Kamar Hotel

Author: Agus Sudarsono, S.ST.Par., M.Par

Dosen: D4 Pengelolaan Perhotelan

Program pemasaran yang efektif meramu semua unsur-unsur marketing mix menjadi suatu program terpadu yang dirancang untuk mencapai sasaran perusahaan. Pengambilan keputusan tentang produk, harga, promosi, saluran distribusi atau keberadaan lokasi hendaknya dapat menciptakan program pemasaran yang kohesif di pasar sasaran perusahaan dituntut untuk dapat mengembangkan kebijakan pemasaran yang aktif serta senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dan ekonomi. Kebijakan yang aktif dan lebih berorientasi pada konsumen membawa perusahaan pada kemutlakan untuk mendefinisikan kebutuhan dan keinginan konsumen, bukan dari sudut pandang perusahaan. Dengan demikan dapat memahami apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Dalam bisnis perhotelan ada banyak yang dapat ditawarkan kepada tamu. Semua yang ditawarkan merupakan produk hotel. Produk hotel tersebut dapat dibagi dalam beberapa bentuk seperti kamar hotel (rooms), pelayanan makanan dan minuman (food and beverage), restoran, bar, pub, discotheque, atau night club.
Tiap produk itu memiliki kegiatan operasinya sendiri secara terpisah dan menerima hasil dari usaha itu. Karena itu, masing-masing outlets itu merupakan profit-earing centre yang menjadi sumber pemasukan pendapatan bagi hotel dan sekaligus sebagai sumber keuntungan hotel.

Sumber: freepik.com

Suatu hotel dan akomodasi lainnya yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan travellers akan memperoleh pendapatan dari produk utamanya, yaitu dari hasil penjualan kamar. Besarnya pendapatan rata-rata mencapai 45% dari total penjualan. Oleh karena itu perhatian manajemen harus lebih banyak ditumpahkan pada penyediaan kamar, tanpa mengabaikan outlet lain.
Di sinilah pentingnya tugas dan peran pemasaran pada suatu hotel, yaitu mengusahakan agar kamar-kamar yang kosong pada waktu-waktu sepi (low season) dapat terisi di samping harus mempertahankan tingkat hunian yang sudah 60-70% itu. Caranya dapat bermacammacam, seperti menawarkan : special packages, weekend rate, dan holiday pakage rate kepada calon tamu dari waktu ke waktu sepanjang tahun. Cara lain ialah menawarkan penggunaan fasilitas untuk keperluan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE), sehingga selain kamar, Banqueette Service dapat juga terjual. Hal ini dianggap penting karena sesudah kamar, Banquette service ini merupakan sumber pendapatan kedua bagi hotel.
marketing mix merupakan variabelvariabel yang dipakai untuk perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan keinginan konsumen. Variabel-variabel yang terdapat di dalamnya adalah produk, harga, distribusi, dan promosi. Bauran pemasaran sebagai alat bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumen agar konsumennya dapat menjadi kenal kemudian menyenangi dan melakukan transaksi pembelian serta akhirnya konsumen itu menjadi puas
1. Segmentasi Pasar yang Tepat

Indonesia menarik berbagai jenis wisatawan dari seluruh dunia, termasuk pelancong bisnis, wisatawan budaya, dan pencinta alam. Hotel bintang 5 dapat memilih untuk menargetkan segmen pasar tertentu berdasarkan preferensi dan minat wisatawan, seperti wisatawan yang mencari liburan mewah di destinasi eksotis Indonesia atau pelancong bisnis yang mencari fasilitas dan layanan premium.

2. Personalisasi Layanan

Dengan memanfaatkan data kunjungan wisatawan luar negeri, hotel bintang 5 dapat meningkatkan personalisasi layanan mereka. Informasi tentang kebiasaan perjalanan, preferensi makanan, atau aktivitas yang diminati wisatawan dapat digunakan untuk menyesuaikan pengalaman tamu, mulai dari penyambutan pribadi hingga rekomendasi tempat wisata lokal yang sesuai dengan minat mereka.

3. Fokus pada Pengalaman Pelanggan yang Luar Biasa

Indonesia memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa, dan hotel bintang 5 dapat memanfaatkan hal ini untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang tak terlupakan. Mulai dari menyediakan pemandangan spektakuler hingga menyelenggarakan kegiatan budaya lokal di dalam hotel, setiap aspek pengalaman menginap harus dirancang untuk memanjakan tamu dan membuat mereka merasa istimewa.

4. Penggunaan Media Sosial dan Konten Digital

Media sosial adalah platform yang efektif untuk menjangkau wisatawan internasional yang berpotensi. Hotel bintang 5 dapat menggunakan media sosial untuk berbagi konten berkualitas tinggi tentang fasilitas hotel, destinasi wisata di sekitarnya, dan pengalaman tamu yang memikat. Konten yang menarik dan berbagi pengalaman tamu yang autentik dapat membantu menarik minat calon tamu dari berbagai belahan dunia.

5. Kemitraan dengan Pelaku Industri Lainnya

Kemitraan dengan maskapai penerbangan, agen perjalanan, dan operator tur lokal dapat membantu hotel bintang 5 memperluas jangkauan pemasaran mereka ke pasar internasional. Program kemitraan yang efektif dapat mencakup paket liburan yang terintegrasi, diskon eksklusif untuk pelanggan mitra, atau promosi bersama dengan destinasi wisata lokal.

6. Program Loyalitas yang Menarik

Program loyalitas dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan luar negeri kembali ke hotel bintang 5 di Indonesia. Dengan menawarkan poin reward, akses ke fasilitas eksklusif, atau penawaran khusus untuk anggota program loyalitas, hotel dapat mendorong tamu untuk memilih hotel yang sama setiap kali mereka berkunjung ke Indonesia.

7. Penawaran dan Promosi Khusus

Penawaran dan promosi khusus dapat digunakan untuk menarik perhatian wisatawan luar negeri yang berencana mengunjungi Indonesia. Hotel bintang 5 dapat menawarkan paket liburan all-inclusive, diskon untuk masa inap yang lebih lama, atau penawaran spesial untuk perayaan khusus seperti Tahun Baru atau Hari Raya. Penawaran tersebut harus dirancang untuk menciptakan nilai tambah bagi wisatawan dan mendorong mereka untuk memesan langsung melalui hotel.
teori-teori yang mendukung pengaruh bauran pemasaran terhadap minat menginap kembali konsumen hotel
1. Produk (Product)

Produk dalam konteks industri perhotelan tidak hanya merujuk pada kamar tamu yang nyaman, tetapi juga semua fasilitas dan layanan yang ditawarkan oleh hotel. Konsumen menginginkan pengalaman menginap yang memuaskan, yang mencakup aspek kenyamanan, kebersihan, keamanan, serta aksesibilitas fasilitas seperti restoran, kolam renang, pusat kebugaran, dan layanan kamar. Hotel-hotel yang berhasil menyediakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen cenderung memiliki tingkat retensi yang lebih tinggi.

2. Harga (Price)

Pengaturan harga yang tepat memainkan peran penting dalam menarik minat konsumen untuk menginap kembali di hotel. Harga harus sesuai dengan nilai yang diberikan oleh produk dan layanan yang ditawarkan, serta memperhitungkan faktor-faktor seperti lokasi, fasilitas, dan reputasi hotel. Diskon, paket promosi, dan program loyalitas juga dapat menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan konsumen untuk kembali menginap.

3. Promosi (Promotion)

Promosi yang efektif dapat memengaruhi persepsi konsumen tentang nilai dan kualitas hotel. Kampanye promosi yang kreatif dan terarah dapat meningkatkan kesadaran konsumen tentang merek hotel, menarik minat mereka untuk mencoba, dan meningkatkan loyalitas. Promosi melalui berbagai saluran komunikasi, seperti iklan, media sosial, dan pemasaran langsung, memungkinkan hotel untuk terhubung dengan konsumen potensial dan membangun hubungan yang kuat dengan mereka.

4. Tempat (Place)

Lokasi hotel juga memainkan peran penting dalam keputusan konsumen untuk menginap kembali. Aksesibilitas ke tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan, transportasi umum, serta kenyamanan akses menuju hotel dapat memengaruhi pengalaman tamu dan minat mereka untuk kembali menginap di lokasi yang sama di masa mendatang.

5. Orang (People)

Interaksi dengan staf hotel juga dapat memengaruhi persepsi dan pengalaman konsumen. Staf yang ramah, profesional, dan responsif dapat meningkatkan kepuasan tamu dan membangun hubungan yang positif. Pelatihan karyawan dalam pelayanan pelanggan yang baik serta kemampuan untuk menangani situasi yang menuntut dapat membantu menciptakan pengalaman menginap yang memuaskan bagi tamu.

6. Proses (Process)

Proses pemesanan, check-in, dan check-out yang lancar dan efisien juga berkontribusi terhadap pengalaman keseluruhan konsumen di hotel. Sistem reservasi yang mudah digunakan, layanan concierge yang membantu, serta prosedur check-in dan check-out yang cepat dapat meningkatkan kepuasan tamu dan minat mereka untuk kembali menginap di hotel.

7. Bukti Fisik (Physical Evidence)

Bukti fisik, seperti desain interior dan eksterior hotel, juga dapat memengaruhi persepsi konsumen tentang kualitas dan nilai hotel. Lingkungan yang bersih, estetika yang menarik, serta fasilitas yang modern dan terawat dengan baik dapat meningkatkan pengalaman menginap tamu dan mendorong mereka untuk kembali menginap di hotel yang sama di masa depan.

Dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat, hotel bintang 5 di Indonesia dapat meningkatkan tingkat hunian kamar mereka dan memperkuat posisi mereka di pasar internasional. Dengan fokus pada personalisasi layanan, pengalaman pelanggan yang luar biasa, dan kemitraan strategis, hotel dapat menciptakan pengalaman menginap yang tak terlupakan bagi tamu mereka dari seluruh dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Rangkuti, Freddy. (2017). Teknik Membedah Kasus Bisnis ANALISIS SWOT.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Salman. tt. Analisis Strategi Promosi Melalui Media Sosial Twitter (Studi Kasus di
Dusun Bambu Bandung)
Shaik Javed Parvez, dkk. (2018). Digital Marketing in Hotel Industry. International
Journal of Engineering & Technology.
Siyoto, (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media
Publishing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *