Oleh: Gunaningtyas Ayu Lestari Putri S.Pd.,M.Par

Perkembangan media sosial pada tahun 2026 memberikan pengaruh besar terhadap industri perhotelan, khususnya dalam bidang pemasaran digital. Salah satu platform yang memiliki dampak paling signifikan adalah TikTok. Platform ini berkembang menjadi media promosi yang sangat efektif karena mampu menjangkau berbagai kelompok usia dengan cepat melalui konten visual yang menarik dan interaktif. Industri hotel memanfaatkan TikTok tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi, branding, dan pembentukan pengalaman pelanggan secara digital. Kehadiran TikTok telah mengubah pola pemasaran hotel dari metode konvensional menuju strategi digital yang lebih kreatif, dinamis, dan berbasis tren.
TikTok memiliki kekuatan utama pada sistem algoritma yang mampu menyebarkan konten secara luas meskipun akun tersebut belum memiliki banyak pengikut. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi hotel untuk meningkatkan popularitas tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang sangat besar. Video pendek mengenai desain kamar, fasilitas hotel, pemandangan sekitar, restoran, kolam renang, hingga pelayanan pelanggan dapat dengan mudah menarik perhatian pengguna media sosial. Konten yang menarik dan sesuai tren sering kali masuk ke halaman “For You Page” sehingga mampu meningkatkan eksposur hotel secara signifikan. Hal tersebut membuat banyak hotel mulai membentuk tim khusus digital marketing yang fokus pada pengelolaan konten TikTok secara profesional.
Pengaruh TikTok terhadap keputusan wisatawan juga semakin besar pada tahun 2026. Banyak wisatawan modern memilih hotel berdasarkan rekomendasi atau ulasan visual yang mereka lihat di media sosial. Video singkat yang menunjukkan suasana nyaman, desain estetik, atau pelayanan unik sering kali lebih efektif dibandingkan iklan konvensional. Fenomena ini dikenal sebagai visual influence marketing, yaitu strategi pemasaran yang mengandalkan kekuatan visual untuk membentuk persepsi konsumen. Dalam konteks industri hotel, TikTok berhasil menciptakan daya tarik emosional yang mampu mendorong calon tamu untuk melakukan reservasi setelah melihat pengalaman pengguna lain melalui video pendek.
Selain sebagai media promosi, TikTok juga menjadi alat branding yang sangat kuat bagi industri hotel. Hotel-hotel modern mulai menciptakan identitas digital yang unik melalui konsep konten tertentu. Ada hotel yang fokus menampilkan kemewahan fasilitas, ada pula yang menonjolkan budaya lokal, konsep ramah lingkungan, hingga pengalaman kuliner khas daerah. Branding melalui TikTok membantu hotel membangun citra yang lebih dekat dengan generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial yang mendominasi pasar wisata saat ini. Dengan pendekatan yang lebih santai dan autentik, hotel dapat membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan calon pelanggan.
Tren pemasaran hotel melalui TikTok juga didukung oleh meningkatnya penggunaan influencer dan content creator di bidang pariwisata. Banyak hotel bekerja sama dengan kreator konten untuk mempromosikan fasilitas dan pengalaman menginap secara lebih alami. Strategi influencer marketing dianggap efektif karena audiens cenderung lebih percaya terhadap pengalaman nyata yang dibagikan oleh kreator dibandingkan iklan formal perusahaan. Video review hotel, aktivitas staycation, hingga rekomendasi tempat wisata sekitar hotel mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung. Bahkan dalam banyak kasus, satu video viral dapat meningkatkan tingkat okupansi hotel secara drastis dalam waktu singkat.
Perkembangan TikTok juga mendorong hotel untuk lebih kreatif dalam menciptakan pengalaman visual bagi tamu. Banyak hotel mulai mendesain interior yang estetik dan instagramable agar menarik untuk dijadikan konten media sosial. Area lobi, kamar, restoran, hingga rooftop hotel dirancang sedemikian rupa agar memiliki daya tarik visual yang tinggi. Strategi ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga menjadi bentuk promosi gratis ketika tamu membagikan pengalaman mereka di TikTok. Dengan demikian, pelanggan secara tidak langsung menjadi bagian dari strategi pemasaran hotel melalui user generated content.
Meskipun memberikan banyak keuntungan, penggunaan TikTok dalam pemasaran hotel juga memiliki tantangan tersendiri. Persaingan konten yang sangat ketat membuat hotel harus terus berinovasi agar tetap relevan dengan tren yang berubah cepat. Konten yang monoton atau kurang menarik akan mudah tenggelam di antara jutaan video lainnya. Selain itu, hotel juga harus berhati-hati dalam menjaga kualitas pelayanan karena ulasan negatif di TikTok dapat menyebar dengan sangat cepat dan memengaruhi reputasi bisnis. Oleh sebab itu, manajemen hotel perlu mengintegrasikan strategi pemasaran digital dengan peningkatan kualitas pelayanan secara nyata.
TikTok juga memengaruhi perubahan strategi komunikasi pemasaran hotel. Jika sebelumnya komunikasi dilakukan secara formal dan satu arah, kini hotel lebih banyak menggunakan pendekatan interaktif dan humanis. Pengelola hotel mulai aktif membalas komentar pelanggan, membuat video interaktif, mengikuti tren audio populer, hingga melakukan siaran langsung untuk memperkenalkan fasilitas hotel secara real time. Pendekatan tersebut membuat pelanggan merasa lebih dekat dengan hotel sehingga meningkatkan kepercayaan dan loyalitas terhadap merek hotel tersebut.
Dalam perkembangan industri pariwisata tahun 2026, TikTok turut berperan dalam menciptakan tren wisata baru seperti staycation, wellness tourism, dan hidden destination tourism. Banyak hotel memanfaatkan tren tersebut untuk menciptakan paket promosi yang sesuai dengan kebutuhan pasar digital. Konten video mengenai relaksasi, suasana tenang, fasilitas spa, atau panorama alam sekitar hotel menjadi sangat diminati oleh pengguna TikTok. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi alat komunikasi pemasaran, tetapi juga mampu membentuk perilaku dan preferensi wisatawan modern.
Penggunaan TikTok dalam pemasaran hotel juga mendukung konsep pemasaran berbasis data. Hotel dapat memanfaatkan fitur analitik TikTok untuk mengetahui karakteristik audiens, tingkat interaksi konten, serta tren yang sedang berkembang. Informasi tersebut membantu manajemen hotel menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan efektif. Selain itu, data digital juga memungkinkan hotel memahami preferensi pelanggan sehingga dapat menciptakan layanan yang lebih personal dan sesuai kebutuhan pasar.
Secara keseluruhan, TikTok telah menjadi salah satu platform digital yang memberikan pengaruh besar terhadap manajemen pemasaran hotel di era modern tahun 2026. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga menjadi sarana branding, komunikasi, pembentukan pengalaman pelanggan, serta penciptaan tren wisata baru. Hotel yang mampu memanfaatkan TikTok secara kreatif dan strategis akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan popularitas, loyalitas pelanggan, serta daya saing dalam industri perhotelan yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, penguasaan media sosial dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital menjadi kebutuhan utama dalam pengelolaan pemasaran hotel masa kini.
Referensi
- Kotler, P., Bowen, J. T., & Baloglu, S. (2022). Marketing for Hospitality and Tourism (8th ed.). Pearson Education.
- Morrison, A. M. (2023). Hospitality and Travel Marketing (6th ed.). Cengage Learning.
- Bowie, D., Buttle, F., Brookes, M., & Mariussen, A. (2022). Hospitality Marketing. Routledge.
- Tuten, T. L., & Solomon, M. R. (2023). Social Media Marketing (5th ed.). Sage Publications.
- Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2022). Digital Marketing (8th ed.). Pearson.
- Ryan, D. (2021). Understanding Digital Marketing: Marketing Strategies for Engaging the Digital Generation. Kogan Page.
- Hasan, A. (2021). Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan. CAPS Publishing.
- Tjiptono, F., & Chandra, G. (2020). Pemasaran Strategik. Andi Publisher.
