Perhotelan

Minuman Tradisional Rempah Penguat Sistem Kekebalan Tubuh

Author : Endah Lestari,S.ST.Par.,M.Par. ( Program Studi Perhotelan)

Di Indonesia banyak ditemukan berbagai jenis minuman tradisional, walaupun secara umum mempunyai komposisi bahan yang mungkin sama, tetapi untuk tiap daerah mempunyai kekhasan yang berbeda. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang sosial budaya, sumber daya dan situasi yang berbeda di tiap daerah yang memberikan pengaruh terhadap resep dan cara meracik jenis minuman tersebut. Misalnya saja, untuk penghangat tubuh, mengurangi rasa lelah, meringankan rasa sakit akibat dari masuk angin, bahkan ada kepercayaan bahan-bahan racikan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Minuman tradisional berakar dari budaya makan dan minum masyarakat Indonesia, mulai dari Sumatera di belahan Barat sampai Papua di belahan Timur Indonesia, beragam makanan dan minuman tradisional khas masyarakat setempat ada dengan keunggulan serta khasiat yang tersaji didalamnya. Walaupun ragam minuman tradisional ada yang mengandung alkohol tetapi banyak pula yang tidak mengandung alkohol terutama daerah dengan komunitas Muslim.

Rempah-rempah tergolong sebagai salah satu tanaman berkhasiat, sejak jaman dahulu dipercaya turun temurun mampu menghangatkan badan di musim dingin atau musim hujan dan mencegah flu atau masuk angin. Selain banyak digunakan sebagai rempah-rempah dan tanaman berkhasiat herbal pada makanan dan minuman tradisional, ternyata banyak juga dipakai untuk obat-obat tradisional seperti jamu yang dikenal masyarakat Indonesia dengan istilah empon-empon khususnya oleh masyarakat Jawa. Selain rempah-rempah, minuman tradisioanal mengandung gula kelapa atau gula aren sebagai pemanis alami yang memberikan rasa manis pada racikan minuman tradisional.

Beragam resep minuman tradisional dipaparkan mewakili beberapa formula minuman rempah. Formula minuman rempah atau wedang rempah sudah dimodifikasi untuk memberi nilai tambah karena karakter khas rempah-rempah hampir serupa sehingga sesama rempah akan saling mengisi dan bersinergi.

Pemahaman Rempah

Definisi rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma dan memiliki rasa yang kuat, yang digunakan dalam jumlah kecil pada makanan sebagai pengawet atau penambah rasa dalam masakan. Rempah berasal dari pengertian awal ’Species Aromatacea’ dari bahasa Latin yang artinya buah -buahan bumi. Kemudian menjadi ‘Species’ saja yang berarti komoditi perdagangan yang mempunyai ciri khas atau nilai pembeda. Asalnya penggolongan rempah dibedakan menurut 4 kategori yaitu:

  • Spesies Aromata yang digunakan  untuk parfum karena harum menawan seperti kayu manis, oregano, kapulaga manis.
  • Spesies Thumiamata yang digunakan untuk menenangkan pikiran seperti kayu manis, rosemary,  thyme.
  • Spesies Condimenta yang banyak digunakan untuk bumbu dapur seperti kayu manis, cengkeh,  adas, kapulaga, jahe, lengkuas.
  • Spesies Theriaca yang banyak digunakan untuk menetralkan racun seperti bawang putih, ketumbar, adas, oregano.

Walaupun memiliki tujuan penggunaan yang beragam seperti untuk kesehatan baik preventif atau pencegahan penyakit maupun kuratif atau penyembuhan, rempah dikenal juga untuk kecantikan kulit yang diilhami oleh Ratu Cleopatra. Rempah tetap mempunyai tempat di hati terutama untuk bumbu dapur dan pengawet bahan pangan seperti daging, sayur-sayuran dan buah-buahan. Tanaman rempah seperti jahe, sereh, lada/merica, cengkeh, pala, jinten, kemiri, bawang merah/bawang putih, kayu manis, kapulaga, kunyit dan sebagainya diperjual belikan dalam bentuk rimpang kering, biji-bijian kering bahkan produk turunannya seperti tepung/bubuk rempah, minyak atsiri rempah, oleoresin dan berbagai saus dan kondimen.

Rempah bukan saja memanjakan lidah pengecap karena memperkaya rasa masakan, tetapi rempah juga istimewa karena terkandung sekumpulan zat gizi fitokimia di dalamnya seperti antioksidan, oleorisin, minyak esensial (atsiri), vitamin dan mineral yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan sebagai anti peradangan, antiseptik atau anti mikroba, memberi rasa hangat dan memperkuat sistem kekebalan utamanya melawan virus dan bakteri.

Menurut bagian-bagian yang dikonsumsi, rempah dapat digolongkan sebagai:

  • Penghasil daun seperti pandan, daun salam, daun jeruk purut, daun rosemary, daun thyme dan sebagainya.
  • Penghasil batang seperti serai/sereh.
  • Penghasil buah atau biji rempah seperti adas, kaskas, lada, jinten, cengkeh, kapulaga dan sebagainya.
  • Penghasil akar atau umbi seperti jahe, lengkuas, kunyit, kencur dan sebagainya.

Penggunaan rempah terkait erat dengan budaya cara memasak dan budaya makanan karena rempah memberi citarasa khas yang membuat masakan dan makanan berbeda setiap suku bangsa khususnya dan bangsa umumnya. Tidak heran perpindahan bangsa-bangsa dari satu benua ke benua lainnya di dunia ini membuat seni kuliner berkembang pesat bahkan mempengaruhi perekonomian negara.

Mengenal Sistem Kekebalan Tubuh

Setiap hari tanpa kita sadari, tubuh kita diserang oleh berbagai pathogen atau penyusup seperti virus, bakteri, protozoa, dan parasit seperti cacing. Apabila pathogen atau penyusup berhasil menembus pertahanan tubuh dan menyebabkan kerusakan pada sel tubuh, timbullah kondisi yang dinamakan dengan infeksi yang berakhir dengan penyakit.

Sistem kekebalan tubuh/sistem imunitas tubuh sangatlah kompleks, kita bisa menyebutnya sebagai sistem yang pintar yang telah Allah persiapkan pada tubuh kita sejak kita baru dilahirkan ke dunia ini.

Beragam jenis sel dan beragam cara kerjanya membuat kita kagum karena mereka bekerjasama bahu membahu menghalau dan menghancurkan benda asing termasuk pathogen berupa mikroba yang dikenal juga dengan sebutan kuman yang masuk ke dalam tubuh manusia dan berpotensi menyebabkan infeksi dan penyakit. Cara kerjanya yang pintar melibatkan sel-sel darah putih yang dikenal dengan nama leukosit dalam dunia kesehatan  yang memang bertugas menjaga agar tubuh tetap sehat, terhindar dari infeksi dan penyakit.

Berdasarkan cara kerjanya, leukosit bekerja melalui beragam cara, pertama bekerjasama dengan sel-sel leukosit lainnya mengenal penyusup/antigen kemudian berubah fungsinya menjadi sel pemberi identitas penyusup sehingga sel-sel kekebalan lainnya mudah mengenalinya. Kedua, mampu keluar masuk peredaran darah dan jaringan dengan cepat sehingga langsung menuju sel atau jaringan yang terinfeksi dan tinggal beberapa saat untuk memetakan situasi. Ketiga, limfosit/leukosit yang tidak memiliki butiran yang menerima signal (sel T/Limfosit yang mengaktifkan sensor kekebalan tubuh) segera menggandakan sel-sel aktif (sel B/Limfosit yang menghasilkan antibodi) agar mampu beradaptasi dan menghasilkan antibodi spesifik untuk setiap jenis penyusup. Akhirnya keempat, limfosit (sel B dan sel T) menempati tempat yang strategis sehingga mampu memperbanyak diri dan berubah fungsi sesuai penyusup sehingga efektif membunuh bakteri, parasit atau virus penyebab infeksi atau penyakit.

Khasiat Rempah untuk Kesehatan dan sistem kekebalan

Sumber gambar: tneutron.net

Sejak berabad-abad rempah dipercaya mengandung zat gizi-fitonutrisi yang mampu mencegah penyakit sekaligus menyembuhkan penyakit.

Beberapa penelitian rempah membuktikan alkaloid (kelompok senyawa organik bersifat basa yg mengandung nitrogen, diperoleh dari tumbuhan dan hewan, banyak berkhasiat sebagai obat) yang terkandung dalam rempah membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh sehingga dapat mencegah penyakit jantung koroner dan serangan stroke, contohnya kayu manis. Penggunaan rempah untuk mencegah influenza, demam dan gangguan kesehatan akibat pergantian musim adalah rempah-rempah yang menghangatkan tubuh contohnya jahe, sereh dan kayu manis. Jahe di percaya secara turun temurun untuk mencegah gangguan pencernaan sekaligus mengobatinya. Sedangkan air rebusan thyme dan cengkeh dapat membantu kesehatan saluran pencernaan terutama merangsang sekresi enzim pencernaan atau sebagai pembersih mulut dengan cara berkumur.

Penggunaan sereh bersama dengan daun-daun cengkeh dalam rebusan air sering digunakan untuk memberi efek ‘melegakan’ dan ‘menyegarkan’ kulit sehingga melancarkan jalannya aliran darah. Banyak diaplikasikan untuk pengobatan arthritis dan otot kaku.

Bahkan Spa untuk kecantikan kulit dan aroma terapi, campuran rempah daun dan oleoresin dapat menghangatkan dan memberi efek menyegarkan serta menenangkan jiwa. Rempah mengandung mineral utama seperti kalium (K) dan natrium (Na) yang diperlukan sel tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan isotonik dan mengatur irama detak jantung serta tekanan darah, rempah juga mengandung mangan (Mn) yang menguraikan dan menetralkan  radikal bebas. Mineral mangan (Mn) berperan sebagai ko-faktor atau pengaktif enzim dalam metabolisme enzim superoksida dismutase.

Beberapa contoh Minuman Tradisional Rempah

A. Daluman

Sumber Gambar: travelingyuk.com

Minuman tradisional di Bali, yang racikannya menggunakan bahan dasar daun cincau dicampur dengan santan dan gula kelapa. Kalau di Jawa biasanya dimakan dengan cara dicampur es dan orang menyebutnya dengan es cincau. Daluman biasanya di minum pagi hari. Ekstrak daun cincau banyak mengandung serat dan karbohidrat sangat baik untuk memelihara pencernaan dan mengobati panas dalam, disamping memberikan rasa kenyang.

B. Wedang Ronde

Sumber Gambar: resepistimewa.com

Selain Daluman, masyarakat Bali juga mengenal wedang ronde. Racikan minuman ini juga sangat dikenal masyarakat Jawa, terutama di daerah Jogya dan Solo. Wedang ronde semacam minuman hangat yang terbuat dari rebusan air yang ditambahkan jahe, sereh, pandan dan gula merah. Sebagai pelengkapnya ditambahkan bola-bola ‘ronde’ berwarna merah, putih dan hijau yang terbuat dari tepung ketan yang diisi kacang sangrai. Apabila musim hujan minuman ini sering disajikan dengan sirup jahe agar lebih panas dan menghangatkan tubuh.

C. Teh jahe

Sumber Gambar: travel.kompas.com

Minuman teh jahe tradisional umum ditemui pada masyarakat pedesaan. Mereka membuat teh dari campuran daun teh dan hibiscus (sejenis daun tanaman bunga) yang dikeringkan. Pembuatan teh dengan cara mendidihkan air yang ditambahkan pandan kemudian jahe dan sereh yang telah dikupas dan ditumbuk dimasukkan ke dalam air. Ketika mendidih teh dimasukkan bersama gula merah. Minuman ini berkhasiat menyehatkan dan menghangatkan tubuh menjauhkan dari masuk angin.

D. Wedang uwuh

Sumber Gambar: ensiklopediaindonesia.com

Wedang uwuh berasal dari daerah Imogiri, Yogyakarta. Dari asal katanya, diketahui bahwa minuman ini dikembangkan dari sampah dedaunan cengkeh dan pala yang tumbuh di pekuburan raja-raja Mataram Jawa. Disajikan panas mengandung rempah-rempah antara lain jahe, kulit ‘secang’ (Caesalpinia Sappan) yang memberi warna merah, kayu manis, cengkeh, sereh, daun jeruk purut dan gula batu atau gula kelapa sebagai pemanis alami. Wedang Uwuh menyehatkan dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Rempah utamanya daun cengkeh mengandung minyak atsiri yang berfungsi sebagai anti peradangan sel/anti oksidan penangkal radikal bebas sehingga mampu mengurangi rasa sakit dan mencegah kerusakan sel. Minyak atsiri menghangatkan tubuh dan mampu mengusir gas-gas pada sistem pencernaan sehingga meredakan gangguan perut dan lambung serta melancarkan peredaran darah merah.

E. Wedang Secang

Sumber Gambar: cookpad.com

Wedang Secang yang memiliki bahan baku utama yaitu kayu secang. Kayu secang direbus, ditambahkan cengkeh, kayu manis dan gula batu. Racikan wedang secang ini banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Jogya. Khasiatnya mencegah masuk angin dan perut kembung.

F. Wedang Bajigur

Sumber Gambar: endeus.tv

Wedang Bajigur minuman masyarakat daerah Sunda disajikan paling cocok pada saat cuaca dingin atau sehabis turun hujan. Bahan baku nya kopi, jahe dan gula kelapa, memiliki khasiat menghangatkan tubuh dan mengusir penyakit. Untuk menambah kenikmatan dicampurkan pula sedikit santan, garam dan bubuk vanili. Racikan wedang bajigur untuk tiap daerah ragam macamnya, seperti di daerah Jogya, Solo dan Makasar.

G. Wedang Bandrek

Sumber Gambar: coopad.com

Dengan bahan baku kopi, jahe dan gula kelapa, di modifikasi dengan campuran beberapa rempah-rempah alami untuk memperkuat efek hangat pada bandrek seperti lada, cengkeh, kayu manis, pandan dan lainnya. Selain itu juga terdapat serutan daging kelapa di dalam bandrek. Ada juga bandrek yang disajikan dengan ditambahkan susu yang disebut bandrek susu.

H. Sarabba

Sumber Gambar: yayanurita.wordpress.com

Minuman khas Makasar yang dibuat dari santan, gula merah, kuning telur, sirup/pekatan jahe dan lada. Rempah-rempah dicampurkan menjadi satu dan dimasak bersama gula merah. Santan dimasak tersendiri. Ketika akan disajikan, kuning telur diseduh air panas kemudian dikocok sehingga larut sempurna, tambahkan sirup jahe dan santan bersamaan sambil dikocok hingga berbuih halus. Sajikan hangat-hangat, biasanya diminum malam hari untuk menghangatkan tubuh.

I. Susu Telur Madu Jahe

Sumber Gambar: jambi.tribunnews.com

Serupa tapi tidak sama dengan bajigur atau sarabba adalah susu telur madu jahe, yang merupakan minuman modifikasi yang dikembangkan dari minuman tradisional wedang jahe dan ditambahkan susu, telur dan madu yang dipercaya turun temurun mampu meningkatkan stamina. Telur baik putih dan kuning telur dikocok kuat, kemudian ditambahkan madu yang mampu membuat telur matang dan menghilangkan bau amisnya. Setelah itu susu dan sirup jahe ditambahkan untuk memberi rasa dan aroma khas pengundang selera.

J. Bir Pletok dan Bir Jawa

Sumber Gambar: sajiansedap.grid.id

Minuman tradisional ‘Bir Pletok’ khas ala Betawi dan ‘Bir Jawa’ khas Yogyakarta. Walaupun disebutnya bir tetapi minuman ini tidak mengandung alkohol dan tidak memabukkan. Rasanya manis keasaman sehingga segar bila disajikan dingin. Khasiatnya menyegarkan dan menghangatkan tubuh.

Racikan bir jawa mengandung bahan rempah lebih banyak jika dibandingkan dengan jenis minuman tradisional yang lainnya yaitu terdiri dari 10 jenis rempah seperti mesoyi, kemukus, cengkeh, merica, pala, sereh, jahe, kayu manis, kayu secang dan jeruk nipis. Warna merah dari kulit kayu secang  berubah menjadi kekuningan mirip bir karena diberi perasan jeruk nipis (http://www.kabaremagazine.com). Diberi gula merah agar manis rasanya.

Racikan bir pletok terbuat dari rempah-rempah, seperti jahe ditambah kapulaga, sereh, kayu manis, kayu secang yang membuat warna bir menjadi merah dan ditambahkan gula agar manis rasanya. Konon cerita nama bir pletok muncul dari orang-orang Betawi gedongan yang banyak bergaul dengan orang Belanda. Mereka kemudian membuat minuman sendiri dengan bahan rempah-rempah sebagai perlawanan dari bir yang diminum orang-orang Belanda.

Referensi : Endang S.Sunaryo.2015. Minuman Tradisional Penguat Kekebalan Tubuh. Penerbit PT.Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia-Jakarta

3 thoughts on “Minuman Tradisional Rempah Penguat Sistem Kekebalan Tubuh

  1. Its like you read my mind! You seem to know a lot about this, like you wrote the book in it or something. I think that you could do with a few pics to drive the message home a bit, but instead of that, this is great blog. A great read. I will certainly be back.

  2. Thanks for the tips shared on your own blog. Yet another thing I would like to convey is that losing weight is not about going on a fad diet and trying to lose as much weight as you can in a couple of days. The most effective way to shed weight is by consuming it bit by bit and right after some basic suggestions which can assist you to make the most from the attempt to lose weight. You may recognize and already be following some tips, nonetheless reinforcing information never hurts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *